Daily Archives: November 26, 2015

  • 0

Pedoman Dalam Mendidik Anak Kita

Category : Uncategorized

1. Jika anakmu sering berbohong , itu karena kamu terlalu banyak menghukumnya.
2. Jika anakmu tidak percaya diri, itu karena kamu tidak pernah mendukung/memuji dan
lebih banyak menghinanya.
3. Jika anakmu jarang bicara padamu, , itu karena kamu jarang bicara padanya.
4. Jika anakmu mencuri , itu karena kamu tidak mengajarinya cara berbagi yang adil.
5. Jika anakmu menjadi penakut itu karena kamu terlalu banyak melindunginya dan menakut-nakutinya.
6. Jika anakmu tidak hormat pada orang lain itu karena kamu suka bicara keras dan kasar pada anakmu
7. Jika anakmu cepat marah, itu karena kamu tidak pernah mendengarkan dan menghargainya.
8. Jika anakmu kikir, itu karena kamu tidak suka berbagi dengannya
9. Jika anakmu suka membully itu karena kamu sering melakukan kekerasan padanya.
10. Jika anakmu tidak tegar dan lemah, itu karena kamu sering mengancam dan mencelanya
11. Jika anakmu suka iri hati, itu karena kamu berlaku tidak adil dan suka menolak eksistensinya.
12. Jika anakmu suka iseng dan menggangu, itu karena kamu jarang memeluk, mencium dan memujinya.
13. Jika anakmu tidak menuruti nasehatmu , itu karena kamu terlau banyak menuntut.
14. Jika anakmu tidak pandai bergaul, itu karena kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu.


-- Download Pedoman Dalam Mendidik Anak Kita as PDF --



  • 0

Cinta Harta sampai dibawa mati

Category : Uncategorized

Ternyata harta bisa dibawa mati..

Setetes Hikmah, Menata Hati.

“SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA…”.
(HARTA DIBAWA MATI)

Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau.
Mungkin orangtuanya dulu  berdo’a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.

Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan… Hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan”.

“Wah”, sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”

“Lho?”…

“Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je”.

“Lho?”..

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu…

TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir  miskin,
TITIP pada madrasah,
TITIP pada pesantren,
TITIP pada pejuang fii sabilillah.

Alhamdulillah ada yg berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat”.

“Lah…!” Siapa bilang harta tdk dibawa mati….?
Harta itu dibawa mati….!!! Caranya ? … Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin..dll….

Subhanallah.

(Dikutip dari buku Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A  Fillah, hal. 227-228)

Semoga manfaat.


-- Download Cinta Harta sampai dibawa mati as PDF --



  • 0

Musim Hujan, Musim KRL Banyak Gangguan?

Category : Uncategorized

Musim hujan memang telah tiba, yang harus kita sambut dengan suka cita? Karena hujan itu berkah bagi alam. Tapi mungkin bagi sebagian orang, hujan membawa duka cita, karena hujan membawa ‘bencana’? Pernyataan ini perlu dipertanyakan, apa betul bencana itu karena hujan? Jangan2 karena ulah manusia itu sendiri. Tidak hanya buang sampah sembarang, tapi juga karena kontraktor ‘PU’ yang pengen cepet kaya, akibatnya jalanan bagus, tapi saluran air ngga ada, tau sendiri yang terjadi saat hujan, jalanan jadi selokan alias saluran air. Sengaja tulisan diatas saya beri tanda petik karena bisa saja saya salah, barangkali oknum yang tepat. Akhir2 ini oknum sedang naik daun, karena sangat terkenal, bahkan sering masuk tv dan banyak disebut orang.

Kembali pada topik sesuai judul, karena tidak hanya pembaca yang mulai ngelantur, tapi juga penulis ikut-ikutan ngelantur kemana-mana. Penulis hanya menunjukksn bahwa ketika musim hujan tidak hanya krl yang banyak gangguan, dimana-mana juga ada gangguan. Tinggal masalahnya bagaimana mengatasi gangguan, meminimalisir gangguan, dan bahkan mencegah gangguan? Jangankan gangguan yang jelas nyata, orang gangguan korupsi aja bisa dicegah kok? Kalo ketahuan orang mau korupsi diingatkan, dikasih tahu? Sambil mikir gimana caranya? Memangnya orang mau korupsi ngomong-ngomong? Ya ngomonglah orang korupsinya berjamaah, kalo ngga ngomong gimana yang lain tahu? Jangan salah, orang korupsi ngga pakai bahasa yang parno apalagi vulgar. Mereka menggunakan bahasa pemrograman bahasa kode, bahkan pake ilmu kriptography segala, mana kita tau kalo apel malang itu duit rupiah? Bener-bener susah membaca tulisan orang jurnalistik ‘amatiran’ suka ngga fokus. Maksud penulis adalah mencegah sesuatu yang nyata masalahnya tentu lebih mudah daripada mencegah korupsi itu lho? Seperti gangguan krl 2 hari yang lalu, apa kejadiannya? Longsor dan pohon tumbang. Kita tau ngga pohon disepanjang rel kereta yang mana yang akan tumbang? Gampang caranya, tunggu hujan angin terus kita lihat yang mana yang tumbang, itu yang mengganggu krl? Ini mah pemikiran anak kecil penulis. Apa karyawan di krl kayak anak kecil? Jelas tidak, mereka orang-orang pintar, yang suka minum jamu (kayak iklan), mereka juga belajar dari orang pinter (bukan dukun lho ya), masa nanya dukun kira-kira hujan nanti pohon yang mana yang akan tumbang? Sambil nepok jidat…capee deh, maksud aye orang pinter itu orang jepang yang bikin commuterline itu lho. Terus kenapa tidak belajar berhitung? Kurang kerjaan ngga, menghitunh berapa jumlah pohon sepanjang rel krl? Menurut saya ngga. Ada manfaatnya ngga informasi jumlah pohon besar dipinggir rel yang berpotensi tumbang atau mengganggu saluran atas listrik krl? Ngga? Masa? Berapa potensi tumbangnya, ngitungnya
Gimana? Lihat ukurannya, lihat kemiringannya, lihat bebannya. Duh ribet amat? Butuh waktu berapa lama? Setidaknya orang krl punya waktu 1/2 tahun untuk mengerjakannya. Langsung aja deh mo ngomong apa penulis ngga usah muter2.
1. Pohon yang akan tumbang bisa dihitung, diprediksi. Sebelum tumbang dan mengganggu perjalanan krl, bisa ditumbangkan terlebih dulu sebagai tindakan pencegahan,  untungkan tidak menimpa krl yg lewat.
2. Sebelum longsor, pihak krl bisa melakukan pencegahan dengan menghitung potensi longsor? Caranya? Yah penulis bukan orang pinter, penulis hanya kebetulan minum jamu kalau masuk angin. Itu ada alatnya dan ada sensornya.
3. Gangguan sinyal? Menurut pengalaman saya, jarang tuh ada gangguan sinyal di hp saya, berarti operator seluler pinter-pinter alias banyak yanv langganan jamu.
4. Gangguan wesel, penulis jarang terganggu dengan kiriman wesel jarang terganggu, kalo telat dikit mungkin dan itu dulu.
5. Banjir, solusinya dengan karung pasir dari tahun ke tahun, ngga ada yang lain selain pasir, bikin rel lebih tinggi misalnya?
Intinya gini, penulis bukan sok pinter, sok segala tau, apa yang saya tulis hanya yang saya tahu. Semua perangkat ada prinsip kerja, cara kerja dllaj yang jika di-‘mantenan’ dengan baik
hasilnya akan baik. Tapi yg terpenting adalah kreativitas dan inovasi yang cerdas(smart) untuk mengatasi masalah (gangguan) dengan lebih cerdas. Masa cuma hp yang pinter, orangnya ngga.
Jika pihak krl kesulitan mengatasi masalah yang ada dengan cara luarbiasa, jangan biasa2 saja, libatkan para pakar di perguruan tinggi.
Harapannya adalah gangguannya tiap tahun sama entah itu banjir, longsor, pohon tumbang, pertanyaannya apakah semua itu disekesaikan dengan cara yang sama dari tahun ke tahun? Tentu saya berharap tidak. Lakukan dengan cara ‘diluar’ biasanya untuk mendapat hasil yang luar biasa.

Mohon maaf kritikan yang pedas ini saya sampaikan ke pihak-pihak yang terkait. Karena hanya dengan yang pedas-pedas itulah makanan jadi enak. Dan terakhir meski saya hanya penulis bukan berarti saya hanya omdo, tentu diskusi ilmiah untuk mencari solusi nyata dari paparan saya sangat saya nantikan.


-- Download Musim Hujan, Musim KRL Banyak Gangguan? as PDF --



Recent Comments

    Archives