Musim Hujan, Musim KRL Banyak Gangguan?

  • 0

Musim Hujan, Musim KRL Banyak Gangguan?

Category : Uncategorized

Musim hujan memang telah tiba, yang harus kita sambut dengan suka cita? Karena hujan itu berkah bagi alam. Tapi mungkin bagi sebagian orang, hujan membawa duka cita, karena hujan membawa ‘bencana’? Pernyataan ini perlu dipertanyakan, apa betul bencana itu karena hujan? Jangan2 karena ulah manusia itu sendiri. Tidak hanya buang sampah sembarang, tapi juga karena kontraktor ‘PU’ yang pengen cepet kaya, akibatnya jalanan bagus, tapi saluran air ngga ada, tau sendiri yang terjadi saat hujan, jalanan jadi selokan alias saluran air. Sengaja tulisan diatas saya beri tanda petik karena bisa saja saya salah, barangkali oknum yang tepat. Akhir2 ini oknum sedang naik daun, karena sangat terkenal, bahkan sering masuk tv dan banyak disebut orang.

Kembali pada topik sesuai judul, karena tidak hanya pembaca yang mulai ngelantur, tapi juga penulis ikut-ikutan ngelantur kemana-mana. Penulis hanya menunjukksn bahwa ketika musim hujan tidak hanya krl yang banyak gangguan, dimana-mana juga ada gangguan. Tinggal masalahnya bagaimana mengatasi gangguan, meminimalisir gangguan, dan bahkan mencegah gangguan? Jangankan gangguan yang jelas nyata, orang gangguan korupsi aja bisa dicegah kok? Kalo ketahuan orang mau korupsi diingatkan, dikasih tahu? Sambil mikir gimana caranya? Memangnya orang mau korupsi ngomong-ngomong? Ya ngomonglah orang korupsinya berjamaah, kalo ngga ngomong gimana yang lain tahu? Jangan salah, orang korupsi ngga pakai bahasa yang parno apalagi vulgar. Mereka menggunakan bahasa pemrograman bahasa kode, bahkan pake ilmu kriptography segala, mana kita tau kalo apel malang itu duit rupiah? Bener-bener susah membaca tulisan orang jurnalistik ‘amatiran’ suka ngga fokus. Maksud penulis adalah mencegah sesuatu yang nyata masalahnya tentu lebih mudah daripada mencegah korupsi itu lho? Seperti gangguan krl 2 hari yang lalu, apa kejadiannya? Longsor dan pohon tumbang. Kita tau ngga pohon disepanjang rel kereta yang mana yang akan tumbang? Gampang caranya, tunggu hujan angin terus kita lihat yang mana yang tumbang, itu yang mengganggu krl? Ini mah pemikiran anak kecil penulis. Apa karyawan di krl kayak anak kecil? Jelas tidak, mereka orang-orang pintar, yang suka minum jamu (kayak iklan), mereka juga belajar dari orang pinter (bukan dukun lho ya), masa nanya dukun kira-kira hujan nanti pohon yang mana yang akan tumbang? Sambil nepok jidat…capee deh, maksud aye orang pinter itu orang jepang yang bikin commuterline itu lho. Terus kenapa tidak belajar berhitung? Kurang kerjaan ngga, menghitunh berapa jumlah pohon sepanjang rel krl? Menurut saya ngga. Ada manfaatnya ngga informasi jumlah pohon besar dipinggir rel yang berpotensi tumbang atau mengganggu saluran atas listrik krl? Ngga? Masa? Berapa potensi tumbangnya, ngitungnya
Gimana? Lihat ukurannya, lihat kemiringannya, lihat bebannya. Duh ribet amat? Butuh waktu berapa lama? Setidaknya orang krl punya waktu 1/2 tahun untuk mengerjakannya. Langsung aja deh mo ngomong apa penulis ngga usah muter2.
1. Pohon yang akan tumbang bisa dihitung, diprediksi. Sebelum tumbang dan mengganggu perjalanan krl, bisa ditumbangkan terlebih dulu sebagai tindakan pencegahan,  untungkan tidak menimpa krl yg lewat.
2. Sebelum longsor, pihak krl bisa melakukan pencegahan dengan menghitung potensi longsor? Caranya? Yah penulis bukan orang pinter, penulis hanya kebetulan minum jamu kalau masuk angin. Itu ada alatnya dan ada sensornya.
3. Gangguan sinyal? Menurut pengalaman saya, jarang tuh ada gangguan sinyal di hp saya, berarti operator seluler pinter-pinter alias banyak yanv langganan jamu.
4. Gangguan wesel, penulis jarang terganggu dengan kiriman wesel jarang terganggu, kalo telat dikit mungkin dan itu dulu.
5. Banjir, solusinya dengan karung pasir dari tahun ke tahun, ngga ada yang lain selain pasir, bikin rel lebih tinggi misalnya?
Intinya gini, penulis bukan sok pinter, sok segala tau, apa yang saya tulis hanya yang saya tahu. Semua perangkat ada prinsip kerja, cara kerja dllaj yang jika di-‘mantenan’ dengan baik
hasilnya akan baik. Tapi yg terpenting adalah kreativitas dan inovasi yang cerdas(smart) untuk mengatasi masalah (gangguan) dengan lebih cerdas. Masa cuma hp yang pinter, orangnya ngga.
Jika pihak krl kesulitan mengatasi masalah yang ada dengan cara luarbiasa, jangan biasa2 saja, libatkan para pakar di perguruan tinggi.
Harapannya adalah gangguannya tiap tahun sama entah itu banjir, longsor, pohon tumbang, pertanyaannya apakah semua itu disekesaikan dengan cara yang sama dari tahun ke tahun? Tentu saya berharap tidak. Lakukan dengan cara ‘diluar’ biasanya untuk mendapat hasil yang luar biasa.

Mohon maaf kritikan yang pedas ini saya sampaikan ke pihak-pihak yang terkait. Karena hanya dengan yang pedas-pedas itulah makanan jadi enak. Dan terakhir meski saya hanya penulis bukan berarti saya hanya omdo, tentu diskusi ilmiah untuk mencari solusi nyata dari paparan saya sangat saya nantikan.

Facebook Comments

-- Download Musim Hujan, Musim KRL Banyak Gangguan? as PDF --



Leave a Reply