Kisah Seorang Pengamen

  • 0

Kisah Seorang Pengamen

Category : Uncategorized

Entah karena saya salah lihat atau salah persepsi dengan apa yang ada dalam pandangan. Seorang bapak-bapak sedang menggendong seorang anak dibawah tiga tahun (batita). Sambil membawa minuman gelas isi butiran kelapa. Dari mulai membuka tutup plastiknya saja tangan anaknya sudah berupa menggapai apa yang dipegang bapaknya mungkin anak itu kehausan, meski saat itu bapaknya juga sedang membawa sebatang rokok yang menyala dengan asap rokok kemana-mana? Tapi tidak juga dikasih. Begitu terbuka saya pikir langsung dikasihkan anaknya, ternyata ngga. Oh mungkin akan disisakan sebagian buat anaknya, saya lihat tangan anaknya masih berupaya menggapai apa yang diminum anaknya. Ah, ternyata saya salah lagi, rupanya minuman itu dihabiskan bapaknya. Anaknya hanya disisakan biji kelapa yang dia korek-korek dengan jarinya yang kecil. Dalam hati saya bertanya. Apa betul itu bapaknya? Tapi kok tega?
Belum selesai saya berpikir, rupanya dia naik ke metro mini yang saya naikin, dengan anak kecil satu lagi yang jelas juga tidak dibagi minuman tadi. Bapaknya ngamen dengan ukulelenya, dan anak kecil satunya membagikan amplop. Dan berharap ada yang mengisi amplopnya. Rupanya saya sudah mo sampai ke stasiun pesing, dan hanya sempet mengembalikan amplopnya tanpa sempet memasukkan isinya.
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan yang tak terjawab, apakah betul bapak itu ayah dari anak-anak kecil yang lugu itu. Saya hanya berpesan buat bapak/ayah-ayah yang lain. Jagalah anak anda, perhatikan kebutuhan mereka, dan jangan disia-siakan, apalagi ditelantarkan.

Facebook Comments

-- Download Kisah Seorang Pengamen as PDF --



Leave a Reply

Archives