Daily Archives: December 3, 2015

  • 0

Seminar Kesehatan dalam Rangka Hari Ibu

Category : Uncategorized

Dalam rangka menyambut hari IBU, ikuti seminar kesehatan dengan tema, “Deteksi Dini Kanker melalui Teknologi ECVT dan ECCT bagi Para Ibu”.

Perlu pembaca ketahui bahwa ECVT dan ECCT merupakan teknologi asli karya anak bangsa yang tidak kalah dengan teknologi-teknologi yang ada di Indonesia bahkan di dunia. Kita patut berbangga punya seorang yang sangat Nasionalis, yang tidak perlu diragukan lagi.

image


-- Download Seminar Kesehatan dalam Rangka Hari Ibu as PDF --



  • 0

Rahasia Sukses Asus di Bisnis Ponsel

Category : Uncategorized

Asus bisa dibilang cukup sukses mengembangkan bisnis ponsel di luar bisnis utamanya sebagai produsen komputer. Tak semua produsen bisa melakukan ini.

Acer, Dell, HP bahkan Lenovo adalah raksasa di industri komputer yang mulai coba melebarkan sayap ke pasar ponsel. Tak semuanya sukses. Dell dan HP contohnya, yang memilih untuk mundur perlahan.

Asus mungkin menemukan resep untuk bisa berekspansi, dari sekadar menjual komponen komputer, laptop, hingga kini ponsel yang dalam setahun terakhir tumbuh cukup cepat.

Dalam sebuah kesempatan, CEO Asus Jerry Shen membeberkan strategi perusahaannya untuk sukses berekspansi dari bisnis komputer ke ponsel.

  1. Kami memiliki yayasan yang kuat, Kami punya banyak orang yang berbakat tinggi, ahli desain, teknisi berkemampuan tinggi. Itu semua adalah kunci dari produk kami. Sebenarnya yang terpenting dalam bisnis adalah produk, kualitasnya harus bagus, pengalamannya harus bagus, dan yang ingin diberikan dari Asus, kami menyebutnya,”Kebahagiaan pelanggan 2.0″. Itu artinya, tidak hanya menyediakan hardware, kami juga mencoba untuk menyediakan lebih dari spesifikasi, meskipun industri itu seniri, pengalaman pelanggan merupakan yang paling penting. Kami mempunyai team desain yang kuat, team pemasaran kami dapat menyakinkan bahwa produk kami itu bagus.
  2. Pelayanan harus bagus, bagi saya, berdasarkan pengalaman, kualitas harus bagus, produk harus bagus, pelayanan juga harus bagus.

 


-- Download Rahasia Sukses Asus di Bisnis Ponsel as PDF --



  • 0

Routing

Category : Uncategorized

1. Pengertian Routing

Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik, router menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi. Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut. Router berdasarkan cara pemetaan / routing dibagi tiga :

1. Static Routing

2. Default Routing

3. Dynamic Routing
2. Static Routing Protocol

Static routing adalah pembuatan dan peng-update-an routing table secara manual. Staric routing tidak akan merubah informasi yang ada pada table routing secara otomatis, sehingga administrator harus melakukan merubah secara manual apabila topologi jaringan berubah.

Beberapa keuntungan dari static routing :

Pemeliharan bandwidth network karena peng-update-an informasi router membutuhkan broadcasts yang terus menerus.

keamanan metwork karena static routing hanya mengandung informasi yang telah dimasukkan secara manual.

 

Beberapa kerugian dari static routing :

Tidak ada tolerasi kesalahan Jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.

Pengembangan network Jika suatu network ditambah atau dipindahkan maka static routig harus diperbaharui oleh administrator. pembatasan static router dapat menjadi keuntungan apabila untuk sampai pada tujuan hanya melalui satu router. Stub network adalah pencapaian network tujuan hanya dengan satu jalur.

 


-- Download Routing as PDF --



  • 0

Penemuan Ilmiah yang tidak Ilmiah?

Category : Uncategorized

Bagi mahasiswa dan peneliti, maka diajarkan metodology penelitian yang mwrupakan tahap-tahap pemelitian yang dilakukan untuk mendapatkan karya ilmiah yang teruji dan terbukti keilmuan yang ada didalam hasil penelitian tersebut.
Bagi seorang peneliti yang terbiasa meneliti, maka hal yang biasa atau suatu keharusan bahwa sebelum meneliti mencari bahan dari buku, jurnal penelitian sebagai bahan rujukan untuk penelitian yang akan dilakukan. Sehingga sebuah penelitian mempunyai dasar pijakan yang kuat secara ilmiah untuk dipertahankan. Dan bukan tidak mungkin dalam prosesnya penelitian yang dilakukan terlalu sedikit jurnal yang dapat digunakan sebagai rujukan karena obyek yang diteliti adalah sesuatu yang baru atau obyek yang diteliti adalah hal yang sudah diketahui tetapi menggunakan metode yang baru. Hal ini yang sering terjadi didalam penelitian setingkat doktor (S3) bahwa penelitian yang dilakukan mengandung unsur kebaruan atau kekinian dari metode yg digunakan.
Pertanyaannya apakah riset yang dilakukan karena minimnya rujukan itu menjadi karya ilmiah yang tidak ilmiah? Tentu jawabannya sederhana, lakukan pembuktian pada prinsip dasar atau teori fundamental yang ada. Kalau pada tingkat lebih atas (konsep turunannya) tidak ditemukan, maka dapat dibuktikan dengan konsep dasar teori tersebut. Kemudian apakah penelitian yang dilakukan tidak dengan metodologi penelitian yang benar,  hasil penelitiannya jadi tidak ilmiah? Penelitian yang tidak menggunakan dasar pijakan keilmian yang kuat akan mudah dipatahkan. Tetapi jika hasil penelitian itu telah terbukti dan teruji dan secara prinsip dasar memenuhi hukum dasar (fisika) misalnya, tentu menjadi hal yang tak terbantahkan bahwa penelitian itu sangat ilmiah. Untuk kasus penelitian yang dilakukan oleh pak Warsito, pembuktiannya mudah untuk menentukan ilmiah tidaknya. Sekali lagi justru saat naif jika balitbang kemenkes memutuskan keilmiahan hasil penelitian hanya melihat cara menelitinya, tidak mengikuti kaidah ilmiah? Buktikan dong ilmiah tidaknya hasil penelutian dengan pengujian (penelitian lanjutan). Itupun kalau orang- orang di balitbang itu orang-orang yang cerdas. Bantah dan buktikan hasil penelitian dengan penelitian juga, itu baru keren.  Justifikasi bahwa penelitian yang dilakukan oleh seseorang tidak ilmiah karena tidak menggunakan kaidah penelitian yang benar, perlu pembuktian yang jelas dan nyata, dan tidak bisa hanya berdasarkan asumsi-asumsi yang ngga jelas apalagi subyektif atau tidak obyektif maka patut dipertanyakan profesionalitas dan kredibilitas orang tersebut. Ini jelas kritikan saya tujukan pada orang yang ada dibalik Balitbang kemenkes. Saran buat pak warsito, lakukan terus publikasi dalam jurnal penelitian yang didukung dengan data pembuktiannya, biarlah akademisi yang memutuskan tingkat keilmiahan penelitian anda. Jelas kami akan mensupport dan menfasilitasi penelitian lanjutannya sehingga hasil penelitian ini menjadi karya yang bermanfaat bukan karya yang hanya jadi polemik. Langkah dengan petisi dilakukan hanya untuk permasalahan hukum, kebijakan atau keputusan, tidak untuk mendukung hasil penelitian itu ilmiah atau tidak. Terima kasih.  Saran dan kritik kepada penulis sampaikan dengan tulisan juga.


-- Download Penemuan Ilmiah yang tidak Ilmiah? as PDF --



Recent Comments

    Archives