Penemuan Ilmiah yang tidak Ilmiah?

  • 0

Penemuan Ilmiah yang tidak Ilmiah?

Category : Uncategorized

Bagi mahasiswa dan peneliti, maka diajarkan metodology penelitian yang mwrupakan tahap-tahap pemelitian yang dilakukan untuk mendapatkan karya ilmiah yang teruji dan terbukti keilmuan yang ada didalam hasil penelitian tersebut.
Bagi seorang peneliti yang terbiasa meneliti, maka hal yang biasa atau suatu keharusan bahwa sebelum meneliti mencari bahan dari buku, jurnal penelitian sebagai bahan rujukan untuk penelitian yang akan dilakukan. Sehingga sebuah penelitian mempunyai dasar pijakan yang kuat secara ilmiah untuk dipertahankan. Dan bukan tidak mungkin dalam prosesnya penelitian yang dilakukan terlalu sedikit jurnal yang dapat digunakan sebagai rujukan karena obyek yang diteliti adalah sesuatu yang baru atau obyek yang diteliti adalah hal yang sudah diketahui tetapi menggunakan metode yang baru. Hal ini yang sering terjadi didalam penelitian setingkat doktor (S3) bahwa penelitian yang dilakukan mengandung unsur kebaruan atau kekinian dari metode yg digunakan.
Pertanyaannya apakah riset yang dilakukan karena minimnya rujukan itu menjadi karya ilmiah yang tidak ilmiah? Tentu jawabannya sederhana, lakukan pembuktian pada prinsip dasar atau teori fundamental yang ada. Kalau pada tingkat lebih atas (konsep turunannya) tidak ditemukan, maka dapat dibuktikan dengan konsep dasar teori tersebut. Kemudian apakah penelitian yang dilakukan tidak dengan metodologi penelitian yang benar,  hasil penelitiannya jadi tidak ilmiah? Penelitian yang tidak menggunakan dasar pijakan keilmian yang kuat akan mudah dipatahkan. Tetapi jika hasil penelitian itu telah terbukti dan teruji dan secara prinsip dasar memenuhi hukum dasar (fisika) misalnya, tentu menjadi hal yang tak terbantahkan bahwa penelitian itu sangat ilmiah. Untuk kasus penelitian yang dilakukan oleh pak Warsito, pembuktiannya mudah untuk menentukan ilmiah tidaknya. Sekali lagi justru saat naif jika balitbang kemenkes memutuskan keilmiahan hasil penelitian hanya melihat cara menelitinya, tidak mengikuti kaidah ilmiah? Buktikan dong ilmiah tidaknya hasil penelutian dengan pengujian (penelitian lanjutan). Itupun kalau orang- orang di balitbang itu orang-orang yang cerdas. Bantah dan buktikan hasil penelitian dengan penelitian juga, itu baru keren.  Justifikasi bahwa penelitian yang dilakukan oleh seseorang tidak ilmiah karena tidak menggunakan kaidah penelitian yang benar, perlu pembuktian yang jelas dan nyata, dan tidak bisa hanya berdasarkan asumsi-asumsi yang ngga jelas apalagi subyektif atau tidak obyektif maka patut dipertanyakan profesionalitas dan kredibilitas orang tersebut. Ini jelas kritikan saya tujukan pada orang yang ada dibalik Balitbang kemenkes. Saran buat pak warsito, lakukan terus publikasi dalam jurnal penelitian yang didukung dengan data pembuktiannya, biarlah akademisi yang memutuskan tingkat keilmiahan penelitian anda. Jelas kami akan mensupport dan menfasilitasi penelitian lanjutannya sehingga hasil penelitian ini menjadi karya yang bermanfaat bukan karya yang hanya jadi polemik. Langkah dengan petisi dilakukan hanya untuk permasalahan hukum, kebijakan atau keputusan, tidak untuk mendukung hasil penelitian itu ilmiah atau tidak. Terima kasih.  Saran dan kritik kepada penulis sampaikan dengan tulisan juga.

Facebook Comments

-- Download Penemuan Ilmiah yang tidak Ilmiah? as PDF --



Leave a Reply

Archives