Modul 10 : Kriptografi dengan OpenSSL, Symmetric Encryption

  • 0

Modul 10 : Kriptografi dengan OpenSSL, Symmetric Encryption

Category : Uncategorized

1.1. TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Mahasiswa memahami teknik symmetric cryptography
2. Mahasiswa memahami algoritma digest
3. Mahasiswa memahami cara penanganan terhadap algoritma tersebut.
1.2. DASAR TEORI
Dalam hal ini, tool yang digunakan adalah open source library OpenSSL (http://www.openssl.org/), dimana library ini dapat dijalankan di berbagai O/S termasuk Linux dan Windows. Semua percobaan menggunakan dasar perintah OpenSSL. Library ini mendukung berbagai macam fungsi kriptografi yang dapat dijalankan pada terminal console dengan perintah umum:

openssl command [command_opts][command_args]
Dalam praktikum kali ini, kita akan menggunakan perintah OpenSSL seperti berikut:

enc dgst rand speed
openssl enc

Perintah OpenSSL enc berguna untuk meng-encrypt dan meng-decrypt blok data dengan beberapa rutin cipher yang simetris. Untuk melihat secara detil perintah enc, lakukan perintah berikut ini:

Openssl enc –h

atau: man enc.

Berikut adalah deskripsi singkat dari perintah yang digunakan:

openssl enc [-encryption_algorithm][-e][-d][-K key][-
iv vector][-in file_input][-out file_output][-nopad]

dimana:
-encryption_algorithm, menunjukkan algoritma symmetric cryptography yang digunakan untuk encrypt dan/atau decrypt (misalnya: -aes128, -aes-cbc-256, -rc4, dimana detilnya dapat didapatkan dari perintah openssl enc –h);
 -e menunjukkan bahwa pengoperasian adalah encryption.
 -d menunjukkan bahwa pengoperasian adalah decryption.
 -K key menunjukkan key yang digunakan dalam operasi symmetric cryptography.
 -iv vector menunjukkan inisialisasi vector yang digunakan.
 -in file_input menunjukkan file yang berisi data yang di-encrypt atau di-decrypt.
 -out file_output menunjukkan file hasil operasi encryption atau decryption.
 -nopad menunjukkan bahwa padding tidak harus digunakan (Catatan bahwa jika option ini digunakan dalam symmetric block algorithm, maka panjang dari data yang di-encrypt seharusnya kelipatan dari panjang blok algoritma.
 -p digunakan untuk menghasilkan standar output key dan menginisialisasi vector.
 -nosalt , salt terdiri bit acak yang digunakan sebagai salah satu masukan untuk kunci fungsi turunan.

openssl speed

perintah openssl speed dapat digunakan untuk mengukur kinerja dari berbagai algoritma yang diimpelementasikan oleh OpenSSL. Untuk mengukur kinerja dari algoritma tertentu, digunakan perintah berikut:

openssl speed algorithm_name
openssl rand

perintah ini digunakan untuk menciptakan sebuah pseudo-random string dengan satuan nbyte dan disimpan dalam file file_name.

openssl rand –out file_name nbyte

Perintah lainnya
Dalam percobaan, pertukaran data antar komputer adalah sangat penting dan sering kali terjadi. Untuk tujuan ini, maka perlu adanya skenario, dimana satu entitas bertindak sebagai client dan lainnya sebagai server. Dalam hal ini scp utility sebagai client dan ssh server sebagai server.

Facebook Comments

-- Download Modul 10 : Kriptografi dengan OpenSSL, Symmetric Encryption as PDF --



Leave a Reply

Archives