Daily Archives: December 11, 2015

  • 0

Modul 5 : Dual Stack IPv6 & IPv4

Category : Uncategorized

TUJUAN PEMBELAJARAN:

  1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang dual stack
  2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konfigurasi dual stack pada Cisco Router

DASAR TEORI
IPv6 yang disebut sebagai IP next generation, bagi penyelenggara telekomunikasi merupakan teknologi yang perlu diantisipasi pertumbuhan demand dan implementasinya. Pada saat ini hampir semua aplikasi bisnis khususnya di segmen korporasi masih memanfaatkan teknologi IP eksisting yakni IPv4, namun demikian belum terdapat tanda yang jelas kapan migrasi atau implementasi IPv6 secara global akan terjadi. Kelebihan atau solusi yang terdapat di dalam desain IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi. Kelebihan-kelebihan IPv6
adalah sebagai berikut:
1) IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).
2) Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
3) Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
4) IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya.

Implementasi IPv6
Secara garis besar implementasi IPv6 tidak dapat dengan serta merta dilakukan di semua lini end-to-end, terkait dengan keterlibatan jumlah komunitas/organisasi yang sangat besar di Internet, banyaknya aplikasi berbasis IPv4 yang telah digunakan, dan banyaknya bisnis yang masih memanfaatkan IPv4. Hal yang akan terjadi adalah adanya fase transisi secara bertahap dari IPv4 ke IPv6 dan implementasi IPv6 yang co-exist dengan IPv4 selama renggang waktu yang tidak dapat diprediksi.
Namun demikian desain IPv6 sudah menyertakan mekanisme transisi. Beberapa mekanisme transisi tersebut yaitu:
ï‚· Translasi: yaitu mekanisme implementasi yang memungkinkan komunikasi antara IPv6 dengan IPv4. Beberapa contoh mekanisme ini adalah SIIT, NAT-PT, SOCKS 64.
ï‚· Tunneling yaitu mekanisme yang memungkinkan komunikasi end-to-end IPv6 di atas jaringan IPv4 atau sebaliknya. Contoh mekanisme tunneling ini 6to4, 6 over4, Tunnel broker, automatic tunnel.
ï‚· Dual Stack adalah mekanisme implementasi yang mempersyaratkan dukungan terhadap IPv6 dan IPv4 di perangkat yang sama. IPv6 berdasarkan implementasinya dapat dibedakan dalam 2 kelompok, yakni:
ï‚· Implementasi di level aplikasi yang terkait juga dengan dukungan servernya.
Pada saat ini telah terdapat beberapa aplikasi yang sudah mendukung IPv6 diantaranya aplikasi jaringan dasar (Apache: Web server, FTP, Ping, Telnet, SSH, mail) serta XML (bahasa pemrograman untuk pengembangan software), dan untuk server hampir semua Operating System versi terakhir telah mendukung IPv6 diantaranya adalah Windows XP SP1, Linux (antar lain: Fedora, Mandrake, Ubuntu), Mac OS, Sun Solaris, AIX.

Implementasi level jaringan IP.
Untuk perangkat jaringan IP yang bekerja di bawah layer 3 OSI (seperti hub, switch layer 2, teknologi transmisi) tidak terpengaruh dengan implementasi IPv6, namun perangkat- perangkat yang melibatkan proses routing dan identifikasi layer 3 OSI (seperti routing, switch layer 3) perlu mendukung teknologi IPv6. Kedua level implementasi IPv6 di atas dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi penyelenggara telekomunikasi untuk mengimplementasikan IPv6 di dalam infrastrukturnya dan pertimbangan pengembangan organisasi untuk implementasi IPv6.
Implementasi IPv6 di level aplikasi
Pada saat ini telah banyak aplikasi yang dikembangkan berbasis IPv6, namun demikian belum terdapat implementasi komersial yang market proven terkait dengan keengganan konsumen khususnya yang menyangkut perlunya pembelajaran bagi teknologi dan investasi baru. Banyak yang memprediksi bahwa demand/ implementasi global IPv6 muncul pada saat teknologi wireless dapat memenuhi kebutuhan jangkauan wireless yang semakin luas, dan
dukungan bandwidth yang semakin besar (seperti WIMAX), serta penetrasi yang semakin besar dan dukungan IPv6 pada perangkat komunikasi mobile (handphone, PDA, notebook) serta dukungan aplikasi voice switching di atas jaringan IPv6 yang semakin mapan (standar, industri).
Terkait dengan hal tersebut bagi penyelenggara telekomunikasi, antisipasi terhadap booming IPv6 di level aplikasi perlu dipersiapkan dalam bentuk kemampuan upgrade IPv6 aplikasi/server khususnya bagi aplikasi voice dan internet.
Implementasi IPv6 di level jaringan IP
Mengacu pada rekomendasi IETF RFC 1752, implementasi IPv6 di level jaringan IP sebaiknya dilakukan dalam bentuk upgrade secara bertahap, implementasi secara bertahap, serta biaya awal implementasi yang rendah, dimana hal tersebut dimaksudkan sebagai:
ï‚· Fase pengenalan terhadap fitur dan karakteristik dari IPv6.
ï‚· Berorientasi pada penghematan investasi.
ï‚· Manajemen resiko yang lebih baik.
Sebagai pertimbangan di dalam implementasi IPv6, saat ini teknologi MPLS telah umum digunakan di jaringan backbone penyelenggara telekomunikasi. Di dalam MPLS terdapat beberapa metoda untuk mendukung IPv6, yaitu: Metoda dual stack IPv6-IPv4 CE. Pada metoda ini CE memiliki kemampuan membentuk tunneling IPv6 di atas IPv4. PE mengenali trafik dari CE sebagai trafik IPv4. MPLS memberikan layanan standar IP VPN layer 3
sebagai transport trafik antar site IPv6. Booming implementasi IPv6 khususnya di level aplikasi tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, namun dukungan industri terhadap teknologi tersebut semakin besar (baik disisi
hardware dan software). Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka penyelenggara telekomunikasi perlu mempersiapkan skenario implementasi IPv6 baik di level aplikasi maupun di level jaringan IP. Implementasi IPv6 di level jaringan sebaiknya dilakukan dalam bentuk upgrade secara bertahap, implementasi secara bertahap, serta biaya awal implementasi yang rendah.


-- Download Modul 5 : Dual Stack IPv6 & IPv4 as PDF --



  • 0

Modul 4 : Membangun Jaringan IPv6 pada Router Cisco

Category : Uncategorized

TUJUAN PEMBELAJARAN:

  1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep IPv6
  2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konfigurasi jaringan berbasis IPv6 pada Cisco Router

DASAR TEORI
Apa itu IPv6?
Pengalamatan  yang  merupakan  pengembangan  dari  IPv4  untuk  mengantisipasi  perumbuhan  penggunaan internet yang kian pesat, diperlukan sistem pengkodean baru yang bisa menampung IP address  yang  lebih  besar.  Internet  Engineering  Task  Force  (IETF)  telah  mengembangkan  sistim protokol  baru,  yaitu  IPv6  berjenis  128‐bit  dinotasikan  ke  dalam  heksadesimal  (misalnya: 2001:DB8:8::260:97ff:fe40:efab),  berkapasitas  sekitar  340  triliun,  triliun,triliun  (340  zillions)  IP address.  IPv6  sebenarnya  telah  mulai  diperkenalkan  sejak  tahun  1999,  artinya  sudah  mengalami berbagai macam pengujian, dan hasilnya stabil.

Format Alamat IPv6
 Sedangkan  alamat  IPv4  menggunakan  format  desimal  bertitik  “.”,  di  mana  setiap  byte berkisar  dari  0  hingga  255.  Alamat  IPv6  menggunakan  delapan  set  dengan  empat  alamat heksadesimal  (16  bit  dalam  setiap  set),  dipisahkan  oleh  sebuah  titik  dua  (:)  ,

Contohnya:  xxxx:  xxxx  :  xxxx:  xxxx:  xxxx:  xxxx:  xxxx:.  xxxx  (x  akan  menjadi  nilai heksadesimal)

Notasi ini biasa disebut notasi string.
 Nilai heksadesimal dapat dituliskan dalam huruf besar maupun kecil untuk nomor A‐F.
ï‚· Sebuah nol paling depan dalam satu set nomor dapat dihilangkan; misalnya, masukkan 0012 dapat dituliskan 12.
 Jika memiliki range yang berurutan dari nol dalam sebuah alamat IPv6, dapat ditulis sebagai dua titik dua (::). Sebagai contoh, 0:0:0:0:0:0:0:5 dapat direpresentasikan sebagai :: 5 ; dan ABC:  567:0:0:8888:9999:1111:0  dapat  dituliskan  sebagai  ABC:  567::  8888:9999:1111:0  . Namun, hanya dapat melakukan ini sekali dalam alamat: ABC:: 567:: 891:: 00 akan menjadi tidak valid karena :: muncul lebih dari sekali dalam alamat tersebut. Alasan pembatasan ini adalah  jika  memiliki  dua  atau  lebih  pengulangan,  maka tidak  akan  tahu  berapa  banyak  set nol dihilangkan sedang dari setiap bagian.
ï‚· Sebuah alamat ditentukan direpresentasikan sebagai :: , karena mengandung semua nol.

Jenis Alamat IPv6
Anycast
Sebuah  alamat  anycast  mengidentifikasi  satu  atau  lebih  interface.  Sehigga  kata  device  diganti  dengan  istilah node untuk menunjuk sebuah antarmuka pada perangkat. Pada dasarnya, anycast  adalah gabungan dari alamat unicast dan multicast.

  • Dengan unicast, satu paket dikirim ke satu tujuan;
  • Dengan multicast, satu paket yang dikirim ke semua anggota dari kelompok multicast;
  • Dengan sebuah anycast, paket dikirim ke salah satu anggota dari kelompok perangkat yang dikonfigurasi dengan alamat anycast. Secara default, paket yang dikirim ke alamat anycast akan diteruskan ke antarmuka node, yang didasarkan pada proses routing yang digunakan untuk mendapatkan paket ke tujuan.

Multicast
ï‚· Mewakili sekelompok interface pada traffic yang sama.
ï‚· 8 bit pertama diatur FF.
ï‚· Pada 4 bit berikutnya adalah masa alamat: 0 adalah permanen dan 1 adalah sementara.
 Pada  4  bit  berikutnya  menunjukkan  ruang  lingkup  dari  alamat  multicast  (seberapa  jauh paket dapat terhubung): 1 adalah untuk node, 2 adalah untuk link, 5 adalah untuk situs, 8 adalah untuk organisasi , dan E adalah global (internet).  Misalnya,  alamat  multicast  yang  dimulai  dengan  FF02::  /  16  adalah  alamat  link  permanen  ,
sedangkan alamat FF15:: / 16 adalah alamat sementara untuk sebuah situs.
Unicast
Alamat IPv6 unicast Jenis berikut alamat alamat IPv6 unicast:
ï‚· Alamat Global unicast
 Alamat Link‐local
 Alamat Site‐local
ï‚· Alamat Unique
ï‚· Alamat Special Alamat Transition

Alamat Global unicast
Alamat  global  IPv6  setara  dengan  alamat  IPv4  publik.  Alamat  global  yang  dapat  dirutekan  dan  terjangkau di Internet IPv6. Alamat unicast global dirancang untuk menjadi gabungan atau diringkas  untuk infrastruktur routing yang efisien. Berbeda dengan IPv4 saat ini, Internet berbasis IPv6 telah  dirancang dari dasar untuk mendukung efisien, hierarkis pengalamatan dan routing. Struktur alamat  unicast global dijelaskan dalam daftar berikut:
 Porsi tetap diatur ke 001 tiga high‐order bit diatur ke 001.
ï‚· Prefix Routing global menunjukkan prefix routing global untuk tertentu situs dari organisasi.
 ID  interface  menunjukkan  antarmuka  pada  subnet  yang  spesifik  dalam  situs.  berukuran  64
bit. ID antarmuka pada IPv6 adalah setara dengan ID node atau host ID di IPv4.

Lokal menggunakan Alamat Unicast
Lokal‐menggunakan  alamat  unicast  tidak  memiliki  ruang  lingkup  global  dan  dapat  digunakan kembali. Ada dua jenis lokal menggunakan alamat unicast:
1. Alamat  Link‐Local  yang  digunakan  antara  link  tetangga  dan  untuk  proses  Neighbor Discovery.
2. Alamat Site‐local digunakan antara node berkomunikasi dengan node lain dalam yang sama organisasi .

Alamat Link‐Local FE8:: hingga FEB::
Alamat  link‐local  adalah  konsep  baru  di  IPv6.  Jenis‐jenis  alamat  memiliki  lingkup  yang  lebih  kecil  sejauh mana mereka dapat melakukan perjalanan:. Hanya link lokal (link data link layer) Router akan memproses paket ditakdirkan untuk alamat link‐lokal, tetapi mereka tidak akan maju mereka ke link lainnya.  Penggunaannya  yang  paling  umum  adalah  agar  perangkat  mendapatkan  informasi  unicast site‐local atau pengalamatan global unicast, mengetahui default gateway , dan mengetahui lapisan lain 2 tetangga pada segmen. IPv6 link‐local address, yang diidentifikasi oleh 10 bit awal yang diatur ke 1111 1110 10 dan 54 bit berikutnya diatur ke 0, yang digunakan oleh node ketika berkomunikasi dengan  node  tetangga  pada  link  yang  sama.  Sebagai  contoh,  pada  jaringan  single  link‐IPv6  tanpa router  ,  link‐local  address  digunakan  untuk  berkomunikasi  antara  host  pada  link.  IPv6  link‐local address  yang  mirip  dengan  link‐local  IPv4  address  yang  menggunakan  awalan  169.254.0.0/16.
Penggunaan  IPv4  link‐alamat  lokal  dikenal  sebagai  Automatic  Private  IP  Addressing  (APIPA)  dalam
Windows Vista Windows Server 2008 , Windows Server 2003, dan Windows XP .


-- Download Modul 4 : Membangun Jaringan IPv6 pada Router Cisco as PDF --



  • 0

Modul 3 : Video Streaming dengan HTML5

Category : Uncategorized

TUJUAN PEMBELAJARAN:

  1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep streaming pada HTML5
  2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang analisa paket dan perhitungan QoS

DASAR TEORI
Dalam dunia multimedia, saat ini kita berada ditahap pemakai jaringan rumah yang mulai bercampur dengan pemakai jaringan elektronik dan jaringan media. Menurut laporan dari In-Stat (www.in-stat.com), bahwa pasar menginginkan jaringan ini bergerak dengan cepat tetapi pada kenyataannya semua itu masih berjalan sangat lambat.
Walaupun riset yang dilakukan oleh In-Stat menunjukan adanya kemajuan, tetapi mayoritas pemakai masih menggunakan jaringan rumah untuk melakukan browsing di internet. Dalam menghadapi era global dan memasuki pasar bebas di dunia internasional, teknologi komputer memegang peranan yang sangat penting dalam melakukan hubungan komunikasi melalui jaringan internet dan intranet secara efisien dan optimal. Dalam kenyataannya dunia pendidikan sebagai penyaji sumber daya manusia belum banyak yang mengetahui bagaimana sistem teknologi informasi dan komunikasi tersebut secara global dan menyeluruh.Dalam dunia pendidikan, video digunakan secara luas dalam sistem multimedia.

Videoconferencing memungkinkan kita untuk mengadakan konfrensi jarak jauh secara visual, sehingga para peserta seolah-oleh bertemu langsung dalam suatu konferensi. Video juga merupakan komponen penting dalam distance learning, suatu metode pengajaran yang tidak lagi terikat oleh ruang.
Pengertian video streaming
Streaming adalah sebuah teknologi untuk memaninkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server). Dengan kata lain, file video ataupun audio yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada UE sesaat setelah ada permintaan dari user, sehingga proses
running aplikasi yang didownload berupa waktu yang lama dapat dihindari tanpa harus melakukan proses penyimpanan terlebih dahulu. Saat file video atau audio di stream, akan berbentuk sebuah buffer di komputer client, dan data video – audio tersebut akan bulai di download ke dalam buffer yang telah terbentuk pada mesin client. Dalam waktu sepersekian detik, buffer telah terisi penuh dan secara otomatis file videoaudio dijalankan oleh sistem. Sistem akan membaca informasi dari buffer dan tetap melakukan proses download file, sehingga proses streaming tetap berlangsung.
Cara simple dan gampang memahaminya, Video adalah sebuah file yang biasanya adalah yang hanya dibuka dan dimainkan oleh aplikasi multimedia yang digunakan seperti Windows Media Player, Winamp, dan lain sebagainya, yang dimaksud dengan video streaming adalah Anda bisa melihat langsung video pada satu halaman web tanpa
harus download terlebih dahulu,
Cara kerja video streaming
Pada awalnya, data dari source (bisa berupa audio maupun video) akan di-capture dan disimpan pada sebuah buffer yang berada pada memori komputer (bukan media penyimpanan seperti harddisk) dan kemudian di-encode sesuai dengan format yang diinginkan. Dalam proses encode ini, user dapat mengkompresi data sehingga ukurannya
tidak terlalu besar (bersifat optional). Namun pada aplikasi streaming menggunakan jaringan, biasanya data akan dikompresi terlebih dahulu sebelum dilakukan streaming, karena keterbatasan bandwitdh jaringan. Setelah di-encode, data akan di-stream ke user yang lain. User akan melakukan decode data dan menampilkan hasilnya ke layar user. Waktu yang dibutuhkan agar sebuah data sampai mulai dari pemancar sampai penerima disebut dengan latency.
Beberapa hal yang berkaitan dengan video streaming.

  1. Media server
    Media server. digunakan untuk mendistribusikan on-demand atau webcast suatu konten ke klien. Juga bertanggung jawab untuk mencatat semua aktivitas streaming, yang nantinya digunakan untuk billing dan statistik. Player, dibutuhkan untuk menampilkan atau mempresentasikan konten multimedia (data stream) yang diterima dari media server. File-file khusus yang disebut metafile digunakan untuk mengaktifkan player dari halaman web. Metafile berisi keterangan dari konten multimedia. Browser web menunduh dan meneruskan ke player yang tepat untuk mempresentasikannya. Selain itu, juga berfungsi untuk melakukan dekompresi.
    a. Media streaming
    Streaming media merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling mendukung. Sebuah teknlogi yang memungkinkan distribusi data audio, video dan multimedia secara real-time melalui Internet.
    Media streaming merupakan pengiriman media digital (berupa video, suara dan data) agar bisa diterima secara terus-menerus (stream). Data tersebut dikirim dari sebuah server aplikasi dan diterima serta ditampilkan secara real-time oleh aplikasi pada komputer klien Streaming suara sering juga disebut sebagai streaming media.
    b.Format streaming
    Format Real Player (.rm/.ra/.ram)
    Windows media (.asf/.wmx/.asx)
    QuickTime (.mov)
    c. Komponen dalam streaming media
    ï‚· Media source, yaitu sumber yang akan menampilkan suatu konten presentasi.
    ï‚· Media source dapat berupa sumber yang sifatnya live, seperti kamera video ataupun microphone.
  2. Multimedia streaming
    Streaming multimedia adalah suatu teknologi yang mampu mengirimkan file audio dan video digital secara realtime pada jaringan computer.
    ï‚· Streaming dapat dilakukan pada bandwith dengan kecepatan rendah
    ï‚· Web master tidak perlu risau dengan bandwith
    ï‚· Web master tidak dibatasi oleh besar file
    ï‚· Hanya dapat dilihat pada saat online
    ï‚· Kualitas gambar jelek
    Kendala-kendala yang dapat terjadi dalam melakukan streaming multimedia
    ï‚· Bandwidth : Bandwidth sangat berpengaruh terhadap kualitas presentasi suatu data stream. Di samping kondisi jaringan juga mempengaruhi bandwidth, hal yang perlu diperhatikan adalah ukuran data stream harus sesuai dengan kapasitas bandwidth jaringan. Untuk mengatasinya digunakan kompresi data dan penggunaan buffer.
    ï‚· Sinkronisasi dan delay : Agar media yang berbeda sampai dan dipresentasikan pada user seperti aslinya, maka media tersebut harus tersinkronisasikan sesuai dengan timeline presentasi tersebut dan delay seminimal mungkin. Adanya kerugian sinkronisasi dan delay dapat disebabkan oleh kondisi jaringan yang buruk, sehingga mengakibatkan timeline presentasi menjadi kacau.
    Karakteristik Multimedia Data
    ï‚· Voluminous : Membutuhkan data rate tinggi dan berukuran besar
    ï‚· Real-time and Interactive : Membutuhkan low delay, membutuhkan sinkronisasi dan interaktif
  3. Video On Demand
    Video on Demand adalah sebuah istilah penyajian video yang bisa diakses secara online melalui jaringan internet atau intranet, dimana pemirsa bisa melihat kapan pun sepuasnya dan berulang ulang tanpa harus terikat waktu dan tempat. Video bisa disajikan langsung secara streaming atau didownload.
    Ada beberapa pengetahuan dasar yang perlu diketahui sebelum menjelaskan Video/Modul on Demand antara lain :Local Area Network, Karakteristik video digital, Format File Video, Kompresi Video Digital, Standar Kompresi Video, Streaming, Internet broadcasting, Streaming Interaktif, Format Streaming, Codec, Bandwidth.
  4. Internet Protocol Based Television (IPTV) / Digital TV
    IPTV merupakan penyediaan layanan streaming TV secara langsung via jaringan IP ber-bandwidth lebar. Layanan ini bersifat multicast, yakni dari satu sumber untuk banyak pengakses secara bersamaan. “Seperti TV biasa, tetapi punya layanan plus, plus, plus. Jadi, IPTV ini akan memanjakan penonton dengan program-program TV interaktif. Ada minimal 4 tipe layanan yang harus didukung oleh IPTV, yaitu Live TV, VoD (Video on Demand), TSTV (time-shifted TV) , PVR (Personal VideoRecording).
  5. Video Conferencing
    Arti istilah video conferencing dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut termasuk di dalamnya penggunaan audio sistem atau audio conferencing, yaitu penggunaan komputer jaringan yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan interaksi berupa gambar dan suara.
    HTML 5
    HTML5 merupakan standar berikutnya dari revisi HTML versi sebelumnya. seperti generasi sebelumnya, HTML 4.01 dan XHTML 1.1, HTML 5.0 merupakan standar untuk struktur dan menampilkan isi di WWW
    (World Wide Web). Standar baru dari HTML5 ini juga berhubungan dengan fitur seperti video playback dan
    drag-and-drop, yang pada versi sebelumnya masih tergantung pada plug-in dari pihak ketiga seperti Adobe Flash dan Microsoft Silverlight. Secara umum, format file video yang bisa dikenali antara lain ogg/ogv, mp4, dan WebM. Tiap-tiap format video di atas ditangani oleh video codec yang berbeda-beda, ogg menggunakan video codec bernama Theora, mp4 menggunakan H.264 dan WebM menggunakan VP8. Video codec ini sangat tergantung pada browser, sebagai contoh Internet Explorer 9 baru bisa mengenali video codec H.264, sedangkan Firefox sejak versi 3.5 mampu mengenali file WebM dan ogg sekaligus.

Tabel 1. Format Video dan browser yang support
Screenshot from 2015-12-12 04:53:46

MP4 = MPEG 4 files with H264 video codec and AAC audio codec
WebM = WebM files with VP8 video codec and Vorbis audio codec
Ogg = Ogg files with Theora video codec and Vorbis audio codec


-- Download Modul 3 : Video Streaming dengan HTML5 as PDF --



  • 0

Belajar MATLAB di Linux

Category : Uncategorized

Melanjutkan tentang pembahasan belajar Matlab, yang bisa dilakukan baik di windows maupun di Linux, sekarang kita akan belajar Matlab di Linux, caranya? Silakan Instalasi Matlab versi Linux (kebetulan saya ngga ada), jadi saya menggunakan Matlab versi Windows. Untuk menjalankan aplikasi atau game versi Windows di Linux, kita bisa menggunakan Wine, saya kira salah satu jenis minuman? ternyata iya, dan ternyata Wine itu singkatan Windows Emulator.

Emulator adalah software yang dapat mengkondisikan suatu flatform (aplikasi windows) berjalan seperti flatform (windows) yang sesungguhnya pada flatform (linux) yang lain. Kita bisa bandingkan dengan Simulator(?)

Sehingga dengan Emulator Windows yang berarti Emulator mengkondisikan sebagai lingkungan Windows, sehingga aplikasi yang berjalan di Windows bisa dijalankan meski sedang berada di Linux. Ada cara yang mudah, dan cara yang susah untuk menjalankan Matlab di Linux, saya pakai cara yang mudah, prinsipnya kalo ada yang mudah kenapa cari yang susah, saya pakai aplikasi PlayonLinux. Aplikasi ini sudah mengintegrasikan Wine dengan tampilan desktop yang memudahkan bagi kita untuk menginstal software Windows di Linux.

Ini tampilan dari Icon PlayonLinux :

playonlinux

Gambar 1. icon playonlinux

Dan ketika playonlinux dijalankan, berikut ini tampilannya :

Screenshot from 2015-12-11 11:22:17

Gambar 2. Daftar software yang sudah terinstall di playonlinux

Tampilan diatas, merupakan beberapa aplikasi windows yang telah saya install di Linux dengan playonlinux. Untuk menginstalasi software aplikasi windows yang baru, silakan klik tombol Install(+), sehingga muncul tampilan berikut :

Screenshot from 2015-12-11 11:26:10

Gambar 3. Daftar Software yang tersedia di playonlinux

Software yang akan diinstal dapat dilihat di list (daftar) sebelah kiri pada gambar diatas. Jika tidak ada, klik Install a non-listed program (berada dibawah icon playonlinux), sehingga mucul tampilan berikut :

Screenshot from 2015-12-11 11:28:55

Dan seterusnya, monggo silakan diklik tombol Next, saya kira pembaca sudah banyak yang tahu, ngga usah terlalu menggurui pembaca. Nah, untuk menjalankan, tinggal pilih software, yang mo dijalankan kemudian klik Run pada gambar 2 diatas.

Screenshot from 2015-12-11 11:34:40

Gambar 4. Cara menjalankan Matlab

Sehingga muncul tampilan Matlab sebagai berikut :

Screenshot from 2015-12-11 11:37:24

Ok, siap untuk berpetualang lebih lanjut ke dunia Matlab? Bersambung ya….mo sholat Jum’at dulu.

 

 

 


-- Download Belajar MATLAB di Linux as PDF --



  • 0

Belajar MATLAB

Category : Uncategorized

Matlab atau Matrix Laboratory merupakan Software pemrograman yang powerfull, dengan kumpulan library yang lengkap, meliputi berbagai bidang kajian untuk pengolahan data, mulai dari matematika (matriks), speech processing, image processing, video processing dengan computer vision toolbox, control system, optimasi, sistem tenaga dan sebagainya, untuk lengkapnya seperti daftar berikut :

  • Aerospace Toolbox
  • Bioinformatics Toolbox
  • Communications System Toolbox
  • Computer Vision System Toolbox
  • Control System Toolbox
  • Curve Fitting Toolbox
  • Data Acquisition Toolbox
  • Database Toolbox
  • DSP System Toolbox
  • Econometrics Toolbox
  • Embedded Coder
  • Financial Toolbox
  • Fixed-Point Designer
  • Fuzzy Logic Toolbox
  • Gauges Blockset
  • Global Optimization Toolbox
  • Image Acquisition Toolbox
  • Image Processing Toolbox
  • Instrument Control Toolbox
  • Mapping Toolbox
  • MATLAB Builder EX (for Microsoft Excel)
  • MATLAB Builder JA (for Java language)
  • MATLAB Builder NE (for Microsoft .NET framework)
  • MATLAB Coder
  • MATLAB Compiler
  • Model Predictive Control Toolbox
  • Neural Network Toolbox
  • OPC Toolbox
  • Optimization Toolbox
  • Parallel Computing Toolbox
  • Partial Differential Equation Toolbox
  • Phased Array System Toolbox
  • Real-Time Windows Target
  • RF Toolbox
  • Robust Control Toolbox
  • Signal Processing Toolbox
  • SimEvents
  • SimMechanics
  • SimPowerSystems
  • SimScape
  • Simulink
  • Simulink 3D Animation
  • Simulink Coder
  • Simulink Control Design
  • Spreadsheet Link EX (for Microsoft Excel)
  • Stateflow
  • Statistics Toolbox
  • Symbolic Math Toolbox
  • System Identification Toolbox
  • Wavelet Toolbox
  • xPC Target
  • xPC Target Embedded Option

Bahka dari Matlab kita dapat menghubungkan dengan perangkat DSP, baik itu DSP Motorola, DSP Analog device maupun DSP Texas Instruments. Sehingga menarik untuk belajar MATLAB, mulai dari basic sampai ke advance.

Bagaimana kita memulai belajar MATLAB, tentu pertama yang harus dilakukan adalah menginstalasi Software MATLAB di komputer kita. Kita bisa menginstalasi MATLAB di sistem Operasi Windows (Instalasi Matlab) maupun Linux (Belajar Matlab di Linux)

 


-- Download Belajar MATLAB as PDF --



  • 0

Modul 2 : TCP & UDP dengan Wireshark

Category : Uncategorized

TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan TCP
2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan UDP

DASAR TEORI
Protokol TCP
Di dalam penggunaan internet dan secara general jaringan TCP/IP, pengomunikasian setiap aplikasi dengan menggunakan protokol pendukung. Protokol ini bagian di dalam layer transport (transport layer) pada standar OSI yaitu bagian yang memberikan efisiensi dan jaminan komunikasi end-to-end (Tanembaum, 2003). Layer transport ini terdapat 2 protokol utama yaitu protokol UDP (User Datagram Protocol) dan protokol TCP (Transmission Control Protokol). Protokol ini untuk mendukung konsep jaringan berbasis IP. Telah diketahui bahwa IP (internet protocol)
sebagai protokol jaringan internet yang mengkomunikasikan dua titik jaringan serta secara spesifik semua aplikasi dan layanan terpengaruh port tetapi kondisi konsep jaringan IP tidak memberikan jaminan. Jaminan tersebut adalah jaminan bahwa data akan tersampaikan pada destination yang benar dan data tersampaikan dengan benar (Kurose
dan Ross, 2000, section 1.3). Model layanan IP merupakan best effort bagi tercapainya data antara komunikasi dua titik jaringan. TCP dan UDP ini mendukung hingga 65536 virtual port dan ini digunakan oleh semua aplikasi dalam melakukan komunikasi pertukaran data.
TCP adalah protokol yang dapat dipercaya dan dirancang untuk menyediakan alur data pada jaringan internet yang secara umum diketahui dengan kondisi tidak dapat dipercaya serta dirancang untuk beradaptasi dengan peralatan jaringan terhadap berbagai macam permasalahannya. Dirancangnya protokol ini untuk dapat dipercaya maka TCP bersifat connection oriented dalam mengirimkan data. TCP menjamin data yang terpercaya dengan menggunakan ARQ (Automatic Repeat Request). ARQ akan mentransmisikan secara otomatis berdasarkan informasi gagal diterimanya data ACK (Acknoledgement) dari penerima data. Untuk menjamin kontrol efektif terhadap hambatan maka dilakukan dengan cara mengestimasi delay dari transmisi round trip time secara akurat, sehingga dengan mempergunakan informasi balasan dari jaringan tersebut maka dapat mendeteksi sebuah kemacetan jaringan dan menyelesaikannya. Penjelasan TCP dapat ditemui pada RFC 793, 1122 dan 1323.
TCP memiliki tujuh fitur utama yaitu sebagai berikut:

  1. Connection oriented, aplikasi meminta koneksi dan menggunakannya dalam transfer data
  2. Point-to-point communication, setiap koneksi TCP memiliki pasti dua titik.
  3. Reliability, TCP menjamin bagi data yang dikirimkan dalam koneksi dapat terkirim dengan pasti tanpa ada yang hilang atau dobel.
  4. Full-duplex connection, koneksi TCP memperbolehkan data untuk berkoneksi dari salah satu titik koneksi setiap saat.
  5. Stream interface, TCP memperbolehkan aplikasi untuk mengirimkan koneksi yang berkesinambungan.
  6. Reliable startup, membutuhkan persetujuan dari kedua aplikasi untuk melakukan koneksi baru.
  7. Graceful shutdown, aplikasi dapat membuka aplikasi, mengirim data dan menutup koneksi serta menjamin bahwa data sampai sebelum koneksi terputus.

Protokol UDP
Pada section ini dijelaskan tentang protokol UDP. Memperkuat pernyataan Tenembaum (2003), pada bagian lain blog ini yaitu protokol TCP bahwa layer transport terdapat 2 protokol utama yaitu protokol UDP (User Datagram Protocol) dan protokol TCP (Transmission Control Protokol). Protokol ini untuk mendukung konsep jaringan
berbasis IP. Telah diketahui bahwa IP (internet protocol) sebagai protokol jaringan internet yang mengkomunikasikan dua titik jaringan serta secara spesifik semua aplikasi dan layanan terpengaruh port tetapi kondisi konsep jaringan IP tidak memberikan jaminan. Jaminan tersebut adalah jaminan bahwa data akan tersampaikan pada destination yang benar dan data tersampaikan dengan benar (Kurose dan Ross, 2000,
section 1.3). Berbeda dengan TCP, protokol UDP adalah protokol yang bersifat connectionless dalam mentransmisi data dan tidak mengenal dalam pengecekan terhadap error pengiriman data. Protokol UDP pada dasarnya hanya mengandung IP dengan tambahan header singkat. Protokol UDP tidak melakukan sebuah proses kontrol alur data, kontrol kesalahan ataupun pengiriman ulang terhadap kesalahan sehingga hanya menyediakan interface ke
protokol IP. UDP sangat berguna sekali pada situasi client-server dan penjelasan UDP lebih detil dapat ditemui pada RFC 768. Comer (2003, section 25), UDP memiliki karaketeristik yaitu sebagai berikut:

  1. End-to-end, UDP dapat mengidentifikasi proses yang berjalan dalam computer
  2. Connectionless, UDP memiliki paradigma Connectionless tanpa membuat koneksi sebelumnya dengan tanpa adanya control.
  3. Message-oriented, mengirimkan dan menerima data secara segmen.
  4. Best-effort, yang utama adalah pengiriman yang terbaik.
  5. Arbitrary interaction, UDP dapat menerima dan mengirim dari banyak proses.
  6. Operating system independent, berdiri sendiri dalam operating system.

-- Download Modul 2 : TCP & UDP dengan Wireshark as PDF --



  • 0

Modul 1 : Wireshark

Category : Uncategorized

TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep wireshark
2. Mahasiswa memahami konsep pengiriman dengan traceroute
3. Mahasiswa memahami proses fragmentasi
DASAR TEORI
Wireshark merupakan software untuk melakukan analisa lalu-lintas jaringan komputer, yang memiliki fungsi-fungsi yang amat berguna bagi profesional jaringan, administrator jaringan, peneliti, hingga pengembang piranti lunak jaringan. Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP and SLIP), 802.11 wireless LAN , dan koneksi ATM.

Screenshot from 2015-12-11 07:50:44

Gambar 1. Tampilan wireshark
Tools ini bisa menangkap paket-paket data/informasi yang berjalan dalam jaringan. Semua jenis paket informasi dalam berbagai format protokol pun akan dengan mudah ditangkap dan dianalisa. Karenanya tak jarang tool ini juga dapat dipakai untuk sniffing (memperoleh informasi penting seperti password email atau account lain) dengan
menangkap paket-paket yang berjalan di dalam jaringan dan menganalisanya. Namun tools ini hanya bisa bekerja didalam dalam jaringan melalui LAN/Ethernet Card yang ada di PC Untuk struktur dari packet sniffer terdiri dari 2 bagian yaitu packet analyzer pada layer application dan packet capture pada layer operating system (kernel).

Struktur dari wireshark graphical user interface adalah sebagai berikut :
a. Command menu
b. Display filter specification : untuk memfilter packet data
c. Listing of captured packets : paket data yang tertangkap oleh wireshark
d. Details of selected packet header : data lengkap tentang header dari suatu packet
e. Packet contents : isi dari suatu packet data

Screenshot from 2015-12-11 07:52:24

Gambar 2 Struktur Wireshafk


-- Download Modul 1 : Wireshark as PDF --



Recent Comments

    Archives