Daily Archives: December 14, 2015

  • 0

Bangku CommuterLine

Category : Uncategorized

Kalo dibilang, ada bangku kosong di sekolah dalam film horor, maka hampir tidak pernah yang namanya bangku kosong di Commuterline. Bahkan untuk mendapatkannya saja perlu berebut, siapa cepat dia yang dapat. Jelas Kakek2 dan Nenek2 kalah berebut. Tapi jangan kawatir ada bangku prioritas, bagi lansia, penyandang cacat dan ibu hamil.

Sungguh apa namanya, bangku aja jadi rebutan? Terlalu? Mengapa bisa berebut bangku? Dan bagaimana tips dan trik berebut bangku yang elegan? Intinya begini, jumlah bangku yang tersedia jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah penumpang yang membludak, karena transportasi kereta menjadi pilihan utama ketika hendak jalan ke Jakarta, karena selain cepat, juga murah. Sehingga orang rela berdesak-desakan kayak pepes di commuterline yang penting cepat dan murah, soal nyaman nomor ketigabelas. Makanya jangan heran ketika sebelum masuk KRL rapi dan wangi, begitu turun jadi kusam, kumal, dan bau keringat, bahkan mandi keringat, itu maklum saja. Sehingga bisa mendapatkan duduk adalah sesuatu hal yang langka banget, karena perlu strategi dan trik tertentu untuk mendapatkan tempat duduk.

Memang kesannya tidak fair, jika semua penumpang membayar dengan tarif yang sama, tapi sebagian dapat duduk, sebagian lagi ngga dapat duduk. Tapi menyediakan tempat duduk untuk semua penumpang jelas ngga mungkin, yang mungkin adalah semua penumpang dibuat berdiri alias ngga ada bangku, cukup bangku prioritas.

 

 


-- Download Bangku CommuterLine as PDF --



  • 0

Pembuatan Aplikasi Android Sederhana dengan Eclipse

Category : Uncategorized

Sesuai dengan judul diatas, maka pembuatan Aplikasi Android ini menggunakan Eclipse (ADT-Bundle) yang didalamnya sudah terdapat Eclipse, lengkap dengan ADT (Android Development Tools), yaitu Android SDK. Untuk langkah Instalasi ADT-Bundle cukup mudah, akan dijelaskan pada bahasan tersendiri (Instalasi ADT-Bundle). Sehingga langkah pembuatan Aplikasi Android adalah sebagai berikut :

  • Jalankan Eclipse, seperti tampilan sebagai berikut :
  • eclipse
  • Klik File->New->Android Application Project, seperti tampilan berikut :
  • eclipse_newProj
  • Sehingga tampil seperti tampilan, seperti berikut :
  • eclipse_projectname
  • Kita dapat menuliskan nama project yang akan dibuat seperti gambar diatas
  • eclipse_projectname2eclipse_projectname3
  • Klik Next untuk melanjutnya proses pembuatan Aplikasi Android, mMembuat Activity untuk aplikasi ini menggunakan Blank Activity
  • eclipse_projectname4
  • Membuat Nama Activity untuk Script Java, dana Nama Layout untuk Script XMLeclipse_projectname5
  • Klik Finish, sehingga diperoleh tampilan seperti gambar berikut :
  • eclipse_layout_xml
  • Tampilan diatas memberikan informasi yang terdiri dari :
    • Package Explorer
    • Script kode Java
    • Layout secara graphical maupun kode xml
  • Untuk Selanjutnya, merancang dan membuat layout (tampilan yang digunakan dalam aplikasi ini), sebagai contoh seperti tampilan berikut :
  • eclipse_layout_xml_hasil
  • Tampilan layout diatas, terdiri dari komponen sebagai berikut :
    • Spinner untuk pilihan item
    • Tombol Button
    • EditText
  • Untuk selanjutnya, menghubungkan antara Layout dengan Sript kode Java. Sehingga tampilan script java pada MainActivity.java dan activity_main.xml, biasanya terdapat pada package Expolorer->TrySpinner->src , seperti berikut :
  • package com.example.sryspinner;

    import com.example.sryspinner.R;
    import android.app.Activity;
    import android.os.Bundle;
    import android.widget.*;
    import android.view.View;
    public class MainActivity extends Activity {
    Spinner Spinner01;
    Button Button01;
    EditText EditText01;

    @Override
    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
    super.onCreate(savedInstanceState);
    setContentView(R.layout.activity_main);

    Spinner01 = (Spinner) findViewById (R.id.spinner1);
    Button01 = (Button) findViewById (R.id.button1);
    EditText01 = (EditText) findViewById (R.id.editText1);

    ArrayAdapter<String> adapter = new ArrayAdapter<String>(this,android.R.layout.simple_spinner_item,array);
    adapter.setDropDownViewResource(android.R.layout.simple_spinner_dropdown_item);

    Spinner01.setAdapter(adapter);
    Button01.setOnClickListener(new clicker());

    }

    private static final String[] array = {“Minggu”, “Senin”, “Selasa”, “Rabu”, “Kamis”, “Jumat”, “Sabtu”};

    class clicker implements Button.OnClickListener
    {

    public void onClick(View v)
    {
    String s = (String) Spinner01.getSelectedItem();
    EditText01.setText(s);
    }
    }
    }

  • Perhatikan setiap kode yang kita ketikkan akan muncul tanda ketika terdapat kesalahan dalam script yang kita ketikkan. Ketika script diatas dituliskan, sudah tidak ada kesalahan, sehingga dapat dijalankan dengan klik tombol |> seperti gambar berikut :
  • eclipse_runapp
  • Untuk selanjutnya, dapat dilihat hasilnya pada Android Virtual Device Manager, yang sebelumnya perlu disiapkan (dibuat) terlebih dulu, dengan cara klik icon seperti perangkat mobile phone di toolbar Eclipse, sehingga tampil seperti tampilan seperti berikut :
  • avdm
  • Untuk contoh diatas, AVDM menggunakan nama andro. Dan ketika dijalankan akan memberikan tampilan seperti berikut :
  • hasil_1hasil_2
  • Demikian cara sederhana untuk membuat aplikasi android dengan Eclipse.

-- Download Pembuatan Aplikasi Android Sederhana dengan Eclipse as PDF --



  • 0

Modul 2 : Konvolusi dan FIR Filtering

Category : Uncategorized

TUJUAN

  1. Peserta memahami arti filosofi dari Konvolusi, serta implementasinya dalam dunia nyata.
  2. Peserta mengerti proses filtering dan mampu membuat filter Digital FIR.
  3. Peserta memahami permasalahan dalam pembuatan filter Digital dan mengetahui perangkat atau komponen yang digunakan untuk membuat filter digital.

 

KONSEP TEORI

Konvolusi adalah penggabungan dua sinyal untuk membentuk sebuah sinyal ketiga secara matematis. Ini adalah teknik yang paling penting didalam Pengolahan Sinyal Digital. Dengan strategi dari dekomposisi impulse, sistem yang dideskripsikan oleh sebuah sinyal disebut impulse response. Konvolusi menjadi penting, karena ini berhubungan dengan tiga sinyal terkait : sinyal masukan, sinyal keluaran dan respon pulsa. Sebuah sinyal dapat didekomposisi ke dalam kumpulan dari komponen yang disebut impulse, dimana sebuah sinyal disusun dari kumpulan nol, kecuali satu titik yang tidak nol. Dan ini mengakibatkan, dekomposisi impulse menyediakan cara untuk menganalisa sinyal satu sampel pada satu waktu.

Gambar berikut mendefinisikan dua istilah yang penting yang digunakan dalam DSP. Pertama, fungsi delta, yang disimbolkan oleh huruf Yunani dengan huruf delta, d(n). Fungsi delta adalah pulsa ternormalisasi, dimana sampel bernilai satu pada titik nol, dan bernilai nol pada titik yang lainnya. Istilah kedua adalah impulse response. Sesuai dengan namanya, respon impulse adalah sinyal yang keluar dari sistem ketika sistem diberikan masukan fungsi delta atau sinyal impulse. Jika dua sistem berbeda dalam berbagai hal, maka mereka akan mempunyai respon impuls yang berbeda pula. Biasanya, sinyal masukan dan keluaran sering dinotasikan dengan x(n) dan y(n) secara berurutan, dan respon impuls biasanya diberikan simbol, h(n). Tentu, ini dapat diubah, jika tersedia pendefinisian lebih lanjut, sebagai contoh f(n) bisa digunakan unruk mengidentifikasikan respon impuls dari sebuah filter.

Konvolusi Berikut cara singkat untuk memahami, bagaimana sebuah sistem mengubah sinyal masukan ke dalam sinyal keluaran.

Pertama, sinyal masukan dapat disekomposisikan kedalam set dari impuls, masing­masing dapat ditampilkan sebagai bentuk terskala dan tergeser dari fungsi delta.

Kedua, keluaran yang dihasilkan dari setiap impuls adalah versi terskala dan tergeser dari respon impuls.

Ketiga, keluaran sinyal secara keseluruhan, dapat diperoleh dari penjumlahan respon impuls terskala dan tergeser. Dengan kata lain, jika kita mengetahui respon impuls sistem, maka kita dapat menghitung keluaran apa yang akan diperoleh untuk berbagai sinyal masukan yang mungkin.

impulse

Gambar fungsi delta dan respon impuls

Berikut adalah ilustrasi yang menyatakan hubungan antara sinyal masukan, x(n), respon impuls sistem, h(n) dan sinyal keluaran sistem, y(n).

sistem

Gambar hubungan sinyal x(n), h(n) dan y(n) Sedangkan respon impuls dapat diperoleh dengan hubungan seperti gambar berikut :

diagrambloksistem

Secara matematis, konvolusi dapat dirumuskan sebagai persamaan berikut :

y(n)=∑h(i).x(n−i)

Tergantung pada aplikasi dan hardware, sebuah operasi pemfilteran digital dapat disusun untuk beroperasi berbasis blok atau sampel per sampel. Dalam kasus pengolahan blok, sinyal masukkan dipertimbangkan sebagai satu blok besar sari sampel sinyal. Blok difilter dengan mengkonvolusikan sinyal dengan filter, yang akan membangkitkan sinyal keluaran sebagai blok besar yang lainnya. Jika sinyal masukkan mempunyai durasi yang sangat panjang atau tak terbatas (infinite), maka metode ini memerlukan modifikasi, sebagai contoh pecah sinyal masukkan kedalam blok kecil yang lebih banyak. Sebagai alternatif yang lain, menggunakan pendekatan untuk mengatur atau mengolah berbasis sampel­per sampel, seperti bahwa kapanpun sampel masukkan tiba, ini akan menghasilkan sinyal terfilter yang berhubungan dengan sampel keluaran. Pendekatan ini sangat bermanfaat dalam aplikasi waktu nyata meliputi masukan sinyal yang panjang. Ini juga bermanfaat dalam aplikasi pemfilteran adaptif dimana filter sendiri berubah setelah setiap operasi pemfilteran dilakukan. Lebih lanjut, hal ini secaa efisien dapat diimplementaskan dengan processor DSP, seperti Texas Instrument, Motorola, Analog Device aatau Bell Labs DSP.

 


-- Download Modul 2 : Konvolusi dan FIR Filtering as PDF --



  • 0

Pemantik Cahaya

Category : Uncategorized

Nyala satu lilin mungkin tidak akan sanggup menerangi seluruh dunia.

Namun nyala satu lilin dapat menjadi harapan bahwa kegelapan itu tidak abadi.

Orang-orang pilihan Kick Andy di buku Pemantik Cahaya ini ibarat lilin-lilin yang memberikan cahaya untuk lingkungan sekitarnya.

Mereka terbukti berhasil melawan pandangan pesimistis masyarakat di sekitar mereka.

Simak kisah dokter Lie Agustinus Dharmawan, si dokter “gila” penggagas berdirinya Rumah Sakit Apung (RSA) yang memberi pelayanan kesehatan gratis ke pelosok-pelosok daerah.

Sementara itu, Fitri Nugrahaningrum, dunianya yang gelap tidak memupus semangatnya. Steven-Jhonson syndrome yang menyebabkan matanya buta, tidak menyurutkan cita-citanya membangun sekolah untuk anak-anak jalanan.

Kesah mereka hanyalah sebagian pengalaman untuk memantik semangat berbagi. Hambatan seharusnya menjadi tantangan untuk berbuat lebih. Percayalah, terang akan datang di saat yang tidak terduga.

Semoga kisah-kisah mereka menjadi motivasi bagi kita semua untuk selalu berkarya dan semangat untuk terus berkarya tanpa perlu lagi mengungkapkan kekurangan-kekurangan yang ada. Karena setiap ada kemauan pasti ada jalan.

 


-- Download Pemantik Cahaya as PDF --



Recent Comments

    Archives