Modul 1 : Pengantar Web Programming

  • 0

Modul 1 : Pengantar Web Programming

Category : Uncategorized

Perkembangan teknologi Informasi (IT) demikian pesat, sehingga terjadi konvergensi antara teknologi Telekomunikasi dan Teknologi Komputer. Sehingga terjadi pergeseran fungsi dan perluasan aplikasi berbasis Komputer. Pada awalnya aplikasi yang dibangun bersifat standalone pada sebuah komputer. Dengan adanya Jaringan Komputer maka muncul aplikasi berbasis Jaringan. Sehingga dimungkinkan satu aplikasi dapat diakses oleh banyak komputer. Oleh sebab itu, perkembangan selanjutnya terdapat aplikasi Multi Tier, dimana terdapat satu Server yang  melayani permintaan banyak client. Sehingga terdapat aplikasi Server­side dan Aplikasi Client  Side. Terdapat perbedaan kebutuhan antara keduanya, sehingga dalam penerapannya perlu adanya pertimbangan antara kebutuhan sistem dengan ketersediaan perangkat. Dalam hal  tertentu dapat dipilih aplikasi  Client­side  jika Komputer Client mendukung untuk itu, dan  sebaliknya dalam kondisi yang lain dimana hanya terdapat satu komputer dengan spesifikasi  yang lebih baik, maka Server­Side bisa jadi pilihan.
A. Konsep Multi Tier Application Aplikasi internet berbasis web, yang akan kita kembangkan dalam pelatihan ini, adalah salah  satu penerapan multi tier application. Multi tier application adalah aplikasi yang dibagi menjadi  beberapa bagian yang menjalankan fungsi masing­masing. Secara umum, ada tiga bagian utama  dari multi tier application:

  • Client side presentation
  • Server side business logic
  • Backend storage

Client Side Presentation Client side presentation mengatur bagaimana aplikasi berinteraksi dengan user. Yang dimaksud  dengan interaksi antara lain adalah: bagaimana data ditampilkan, bagaimana fungsi dan fitur  aplikasi ditampilkan. Dalam aplikasi berbasis web, client side presentation dibuat dengan bahasa HTML, CSS, Flash dan JavaScript. Beberapa tool yang digunakan untuk membuat client side  presentation diantaranya Microsoft Frontpage, Macromedia Dreamweaver, dan sebagainya yang disebut dengan tool WYSIWYG <What You See Is What You Get> karena terdapat kesamaan  antara apa yang kita lihat dengan apa yang kita dapat. Hanya saja, karena program akan  dieksekusi pada komputer client atau user, maka hasilnya akan berbeda antara user satu dengan  user yang lain untuk konfigurasi yang berbeda (Javascript enable, flash plugin)

Server Side Business Logic Server side business logic, sering disebut juga middle tier, adalah bagian yang bertanggung  jawab atas cara kerja aplikasi. Di dalamnya kita mengatur bagaimana fungsi dan fitur aplikasi  dapat bekerja dengan baik. Dalam aplikasi berbasis web, ada beberapa alternatif yang dapat  digunakan, ditentukan oleh jenis platiform yang digunakan. Alternatif ini akan dijelaskan lebih  detail pada bagian selanjutnya. Dalam aplikasi Server­side diperlukan Web server yang akan  melayani permintaan akses web oleh client, mengeksekusi program di Server dan mengirimkan  hasilnya dalam bentuk *.html. Kelebihan aplikasi server­side tidak tergantung kondisi Komputer  Client Back End Storage Bagian ini mengatur cara penyimpanan data. Penyimpanan data merupakan materi yang cukup  kompleks dalam pembangunan aplikasi. Karena kecepatan, keutuhan, dan keamanan data  merupakan faktor kritis dalam aplikasi. Ada banyak solusi database yang tersedia di pasaran.  Pada umumnya, database yang digunakan bertipe relasional (Relational Database Management  System-RDBMS). Manajemen data dilakukan dengan bahasa SQL (Structured Query  Language). Dengan Manajemen Data SQL, dimungkinkan untuk melakukan backup data secara  otomatis dan berkala.

B. Perbedaan Web Based Programming dengan Desktop System Programming Pembuatan aplikasi berbasis web berbeda dengan pembuatan aplikasi berbasis windows  (Disktop programming), misalnya Visual Basic, Delphi, atau KDevelop. Dalam visual  programming, kita meningkatkan kecepatan dan kinerja aplikasi dengan mengoptimasi  penggunaan memori, manajemen proses, dan pengaturan Input­ Output. Pada pemrograman  berbasis web, faktor yang menentukan kinerja aplikasi adalah kecepatan akses database dan  kecepatan akses jaringan dan internet. Perbedaan kedua, adalah cara aplikasi berjalan. Pada  aplikasi visual, aplikasi dibangun dengan menggunakan tool tertentu, kemudian dikompilasi.  Hasilnya dapat langsung digunakan dalam komputer. Aplikasi berbasis web tidak dapat dijalankan langsung di komputer. Untuk menjalankannya, dibutuhkan engine tertentu, dalam hal  ini web server.
C. Teknologi Alternatif Teknologi server side yang akan kita pelajari pada modul ini adalah PHP. Walaupun demikian, perlu diketahui teknologi alternatif yang dapat menjadi bahan pertimbangan.

CGI (Common Gateway Insterface) Script CGI Script dapat dibuat dengan berbagai bahasa pemrograman, misalnya Perl atau Phyton.  Teknologi ini pernah sangat populer di masa awal berkembangnya web based application. Tetapi  saat ini banyak ditinggalkan orang karena tidak efisien, tidak fleksibel, dan keamanannya rendah. Proprietary API Teknologi ini adalah bahasa pemrograman yang disediakan masing­masing web server, misalnya  ISAPI atau NSAPI. Teknologi ini memiliki kelemahan, yaitu hanya dapat berjalan di webserver  tertentu, sehingga mengurangi portabilitas dan fleksibilitas.

ASP <Active Server Page> Merupakan solusi server side programming dari Microsoft. Teknologi ini banyak digunakan oleh  para programmer yang berlatar belakang Visual Basic. Database pasangannya adalah MS SQL  Server. Operating system pasangannya adalah Window 2000 Server yang menjalankan  webserver Microsoft IIS. JavaServlet/JSP Teknologi server side Java. Mempunyai banyak keunggulan dan kemudahan pemrograman. Tetapi karena murni berorientasi objek, banyak programmer pemula kesulitan menggunakannya.  Selain itu, Java juga adalah bahasa pemrograman yang relatif rumit bagi pemula. Keunggulannya, sangat portabel. Dapat dipindahkan dengan mudah dari Windows ke Unix dan  sebaliknya.

ColdFusion Bahasa pemrograman ini mirip dengan HTML, menggunakan tag untuk membentuk blok­blok  programnya. PHP Banyak digunakan oleh programmer berlatar belakang C/C++ karena kemiripan syntaxnya. Open  source, karenanya gratis dan bebas. Database pasangannya biasanya MySQL, dijalankan  bersama webserver Apache di atas operating system Linux. Semuanya gratis dan bebas.

Web Statis dan Dinamis Dengan adanya sekian banyak pilihan bahasa pemrograman Web, maka terdapat beberapa jenis  web, yang dikelompokkan berdasarkan sifat Web yaitu Web Statis dan Web Dinamis.  Web statis karena sifat halaman web yang relatf tetap, tidak ada dinamika perubahan yang  mendasar, dan untuk mengubahnya dilakukan dengan mengubah script program didalamnya  serta tidak terhubung dengan database. Sedangkan Web dinamis, karena terdapat perubahan­perubahan sesuai dengan perubahan  database, karena Web jenis ini terkoneksi dengan database, sehingga untuk melakukan perubahan tampilan tidak perlu merubah script program, cukup dengan melakukan perubahan isi  database. Dari sekian banyak bahasa pemrograman Web, PHP dapat melakukan koneksi dengan  database, yang tidak dapat dilakukan dengan bahasa pemrograman web seperti HTML. Text Editor Dalam hal tertentu programer akan lebih suka menggunakan editor teks ketimbang  menggunakan tool WYSIWYG. Karena tool programming visual tersebut cenderung boros dan  tidak rapi dalam script. Dengan Editor Teks anda akan lebih fokus, lebih rapi dengan lebih sedikit script. Terdapat sekian banyak Editor teks seperti Notepad, Wordpad, PHPEdit, Kedit, Kate,  Emac dan sebagainya.

 

Facebook Comments

-- Download Modul 1 : Pengantar Web Programming as PDF --



Leave a Reply