Semoga menjadi Pertanda Baik

  • 0

Semoga menjadi Pertanda Baik

Category : Uncategorized

💐Dari Ayahnya Alm Diah korban jatuhnya lift di gedung Nestle

OLEH_OLEH(HIKMAH) DARI TAKZIAH

Nikmat manalagi yg kau dustakan

“Empat tahun kuliah di IPB, trus sy kerja di Departemen pertanian” mas Agus melanjutkan cerita.
Alhamdulillaahi, sy diberi karunia Alloh dengan 4orang anak.
Semua bisa mnyelsaikan pendidikan dengan baik, 3 kini telah berkeluarga. Yang terakhir kakanya persis yg dokter kerja di DKI, kini juga tinggal bersama suaminya. Tinggal Diah Setyoningrum anak bungsu saya, lulusan PTTelkom 4th lalu yang belum berkeluarga dan tinggal bersama di rumah ini.

Diah Setyoningrum adalah anak yg pinter, kerja di Nestle dimulai dari mendaftar di Jobfair IPB 4tahun lalu, dari ribuan yang melamar akhirnya hanya beberapa orang yg diterima. Salah satunya adalah Diah Setyoningrum anakku ini.
Anaknya rajin dan baik, setiap berangkat selalu pamitan pada orang tua dengan mencium tangan. Dengan kakak2nya sangat baik dan sayang sama keponakannya.

“Begitu juga dengan hari kamis pagi itu. Secara khusus tidak ada firasat apa-apa. Namun beberapa hari sebelumnya memang sering bicara tentang kematian dan mesti siapkan bekal utk dibawa”. cerita mas Agus membuat kita yg mendengarkan  menahan nahan nafas.

“Ketika menjelang siang, mendengar kabar bahwa Diah Setyoningrum salah satu korban kecelakaan Lift di kantornya, maka segera sy ke Rumah Sakit Marinir yg tidak jauh lokasinya”.

“Sampai di.RS. sy langsung temui dan dengan memegang keningnya sy tuntun dengan lafal Allooh.. Allooh.. Namun sampai menghembuskan nafas terkahir anakku tetap melafakan lengkap “Laa ilaha ilallooh”.. Bahkan sejak dibawa kerumah sakit selalu melafalkan “Laa ilaha Ilallooh”..dengan suara keras seperti tahlillah. Tidak mengeluh sakit sedikitpun. Hal ini yg membuat perawat dan teman-teman yang melihatnya tidak tahan dan menitikkan air mata” cerita mas Agus dengan Tegar.

“Setelah jenazah dirawat dan disholatkan, kami putuskan dimakamkan sore itu juga, karena kalo sdh tdk ada aral lebih cepat akan lebih baik. Jujur saya ikhlas atas kematian anak saya, karena kematianya sudah menjadi Takdir Alloh, dan itu yang terbaik.
Namun setelah sholat mahrib, rasanya dada saya penuh sesak dan saya tidak kuat lagi menahan air mata. Bukan karena kematian anak saya yang aku tangisi, namun apakah bekal yg telah saya berikan utk anak saya  dan bekal yg dia siapkan sendiri sudah cukup untuk menghadap Allooh”?? suara mas Agus pelan bergetar dan terbata-bata.
Kita yg mendengarkan hampir bersamaan menjawab lirih, “insya Alloh anakmu husnul khotimah”.
Dengan suara lirih msd Agus melanjutkan: “Biasanya kan orang tua yg membiayai anknya, tapi Diah ini sejak kerja membiayai dirinya sendiri, bahkan sampai biaya kematianntapun seakan-akan telah dia siapkan”.

Suasana hening sejenak, dan setelah diam beberapa saat, mas Agus melanjutkan:
“Sebenarnya pertanyaan itu khususnya untuk diri saya. Dan juga untuk kita semua yg masih hidup ini, apalagi yang akan kita cari? Kita ini sudah pensiun. Sudah semestinya kita siapkan bekal utk perjalanan panjang menhadap sang Khaliq. Sebenarnya saya sendiri telah beberapa waktu ini lebih banyak mengurangi (menghindari) hirukpikuknya kota. Telah saatnya menata diri sambil berbuat yg bermanfaat utk orang lain. Makanya sebagai pengurus masjid, bulan lalu telah membeli Mobil Ambulance untuk warga yg membutuhkannya. Dan siapa yang mengira kalau ternyata anak sayalah yg menggunakanya”, ucap mas Agus yg agak lirih.
“Sungguh tidah sy bayaangkan, begitu banyak saudara, teman-temanku dan teman-teman anakku yang datang melayat dan mendoakan”. Semalam rumah ini sampai penuh, mereka sebagian besar membaca Al-Quran.
“Padahal saya hanya pensiunan PNS eselon tiga dengan pangkat golongan yang tidak terlalu tinggi. Dan almarhum anakku juga baru 4th jadi karyawan perusahaan PMA. Betul… kita mesti bersyukur atas Karunia yang telah Alloh berikan, maka Alloh akan menambah barokah untuk kita” kata mas Agus mengakhiri cerita. Sambil mempersilakan minum teh hangat yg telah disiapkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS.Ibrahim[14] : 7 )💐

Facebook Comments

-- Download Semoga menjadi Pertanda Baik as PDF --



Leave a Reply