Rencana Tuhan, Rencana Paling Indah

  • 0

Rencana Tuhan, Rencana Paling Indah

Category : Uncategorized

Siapa sangka bahwa kita harus membayar Biaya Rumah Sakit dengan Biaya sendiri padahal mempunyai Kartu BPJS? Siapa kira kalau kartu BPJS tidak bisa digunakan untuk membayar biaya Rumah Sakit Anak saya? Disaat saya kebingungan darimana saya harus membayar Rumah Sakit, Disaat saya mencoba untuk mencari pinjaman ke kantor, Disaat yang membuat saya begitu lemah, begitu galau, bahkan saya sempat marah-marah, karena Rumah Sakit menolak keadaan anak saya yang dianggap belum darurat, sehingga tetap harus meminta rujukan dari Puskesmas, yang saya sendiri belum pernah tahu, dimana letak Puskesmas itu. Dan ketika, ok saya putuskan pakai uang pribadi Pihak Rumah Sakit tetap minta buat Surat Pernyataan bahwa tidak akan menggunakan BPJS, Rumah Sakit macam apa ini? Pake uang pribadipun masih tetap harus buat Surat Pernyataan, rupanya BPJS takut kalau ditengah pengobatan atau perawatan anak saya, saya menggunakan BPJS. Segitu takutnya BPJS untuk menanggung biaya Clientnya? Segitu Takutnya BPJS merugi? Ya Allah, buat apa ada BPJS. Itu yang membuat saya begitu marah di taksi dalam perjalanan pulang dari Bandung. Dari Bandung saya langsung menuju ke Rumah Sakit tempat anak saya dirawat. Akhirnya saya minta pindahkan BPJS ke rujukan yang terdekat dengan rumah, setidaknya saya tahu itu ada dimana.

Hari-hari di Rumah Sakit, kami lalui dengan begitu lama, setiap pemeriksaan Lab, perawat memberitahukan hasilnya selalu trombostitnya turun. Setiap penurunan saya perhatikan dari 86rb, 67rb, 24rb, 18rb,17rb,16rb, dan 15rb. Sampai titik ini, dokter kawatir terjadi pendarahan, saya lebih ngga ngerti lagi, untuk jaga-jaga katanya, saya diminta mendatangi pernyataan untuk order plasma darah, yang harganya lumayan, berikutnya order trombosit yang harganya lebih mahal lagi. Terus terang saya keberatan dengan hal ini, seberapa daruratnya, seberapa gentingnya kondisi anak saya? Seberapa banyak yang dibutuhkan saya ngga ngerti, dan saat itu dokter jaga memutuskan sebanyak 6 kantung, apa pertimbangannya? katanya standarnya demikian, karena kalo terjadi pendarahan pasti akan membutuhkan banyak darah (trombosit). Banyak pertanyaan dalam benak saya, kapan terjadi pendarahan? Kalau trombosit dibawah 10rb? Malam itu anak saya ditransfusi plasma darah 3 kantung. Sedang trombositnya belum digunakan. Dalam posisi trombosit 15rb, dokter memutuskan transfusi trombosit 2 kantung, dengan alasan untuk mencegah pendarahan??? Saya lebih bingung lagi. Setiap tindakan yang akan diambil Rumah sakit saya selalu diminta tanda tangan pernyataan. Disini Saya terus terang bingung, saya orang awam dalam hal kedokteran dimintai tanda tangan yang saya ngga ngerti ya saya tanda tangan. Dalam hati ini rumah sakit rupanya takut, setiap mau mengambil tindakan medis, rupanya ini rumah sakit mau lepas tangan (lepas) tanggung jawab ketika terjadi apa-apa? Rumah sakit macam apa ini? Prosedur Standar katanya. Selalu setiap mau ambil tindakan selalu memberitahukan ini lho biayanya? ini lho harganya? Sekali lagi rupanya pihak rumah sakit takut saya ngga mau bayar? Setiap saya bertanya lebih untuk memberikan masukan bagaimana meutuskan dengan baik, selalu akhirnya rumah sakit mengatakan, kalau bapak ngga setuju dengan tindakan rumah sakit, bapak bisa tanda tangan pernyataan tidak setuju?

bersambung…

 

Facebook Comments

-- Download Rencana Tuhan, Rencana Paling Indah as PDF --



Leave a Reply

Archives