Pengolahan Citra Digital

  • 0

Pengolahan Citra Digital

Category : Uncategorized

Citra

Istilah citra, atau citra monochrome, digunakan untuk menyatakan intensitas cahaya dua dimensi dalam fungsi f(x,y), dimana (x,y) menyatakan koordinat spasial dan nilai dari f pada titik (x,y) menyatakan tingkat kecerahan (level keabuan) citra pada titik tersebut.

Fungsi f(x,y), dipengaruhi oleh banyaknya sumber cahaya yang jatuh pada daerah yang diamati (iluminansi) dan banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh objek pada daerah tersebut (refleksi). Hal ini dapat dituliskan secara matematis sebagai:

dimana:

 

jika r(x,y) = 0, maka semua cahaya diserap (total absorption), sedangkan jika r(x,y) = 1, maka semua cahaya dipantulkan (total reflectance). Bila nilai r(x,y) berada di antara kedua nilai tersebut, maka akan dihasilkan warna yang berbeda. Misalnya jika r(x,y) = 0.01, 0.65, 0.8 dan 0.9, maka warna yang dihasilkan secara berurutan adalah hitam, stainless steel, putih, dan perak.

 

Pixel

Citra digital dapat dipandang sebagai sebuah matriks yang indeks baris dan kolomnya menyatakan titik pada citra dan elemen matriksnya menyatakan level keabuan pada titik tersebut, yang disebut pixel atau pel.

 

Citra Digital

Citra f(x,y) yang kontinu, dapat dinyatakan sebagai nilai-nilai sampel yang dipisahkan pada jarak yang sama dan disusun dalam bentuk matriks NxM dimana tiap elemen dari matriks menunjukkan entitas diskrit. Level keabuan dalam bentuk diskrit terpisah dalam range 0 sampai L. 

Referensi : [pdf]

Facebook Comments

-- Download Pengolahan Citra Digital as PDF --



Leave a Reply

Archives