Monthly Archives: January 2016

  • 0

4 Hal yang harus dihindari untuk Sukses

Category : Uncategorized

Jakarta - Beberapa orang pasti sudah melakukan segala cara untuk menjadi sukses, dan beberapa dari mereka ada yang berhasil juga ada yang gagal. Mereka yang berhasil pastinya tinggal menikmati saja hasil kesuksesannya. Lalu bagaimana dengan yang gagal? Dan kenapa mereka gagal?

Ternyata, untuk menjadi sukses perlu sekali menjaga sikap dan perilaku. Mereka yang gagal mungkin saja poin penting ini. Padahal dalam menjaga sikap dan perilaku juga bisa membentuk nama baik, yang dapat diandalkan untuk membuat jaringan bisnis.

Nah berikut beberapa hal yang tidak boleh untuk dilakukan jika kamu ingin menjadi sukses.

1. Tidak Percaya Diri
Merasa sedih atas beberapa kekurangan yang ada pada dirimu bisa saja terjadi dan membuatmu menjadi serba salah. Tapi, untuk berlama-lama meratapi kesalahanmu hanya akan membuang waktu.

Jadi percayalah pada dirimu sendiri, jika kesuksesan menjadi target utamamu, mulai sekarang angkat kepalamu dan naikkan rasa percaya diri.

2. Suka Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain
Berhentilah memandang buruk dirimu terhadap orang lain. Sebab terperangkap dalam sudut pandang kelemahan hanya akan mematikan langkahmu dalam meraih kesuksesan.

3. Tak Mempercayai Orang Lain
Mungkin kamu tipikal pemimpin yang suka melakukan segala hal sendirian. Entah karena ambisi terhadap standar kesempurnaanmu atau memang kamu kurang bisa mempercayai orang lain. Akan tetapi dalam membangun usaha kamu pasti membutuhkan orang lain. Entah itu karyawan, pelanggan, klien maupun investor. Jadi mulailah untuk memberi kepercayaan pada orang-orang lain agar tidak membuat dirimu sendiri kerepotan

4. Mudah Menyerah
Mungkin saat kamu mengalami sebuah masalah yang menyulitkan, kamu akan menyerah begitu saja. Padahal dengan menyerah kamu membuat masalah baru dalam hidupmu. Sebab hidup akan terus berjalan dan apa yang ada pada dirimu telah dilepas begitu saja. Nah! Berhentilah untuk menjadikan kata menyerah sebagai pilihan terakhirmu, sebab masih banyak solusi lain yang bisa kamu andalkan sebagai jalan keluar untuk setiap masalahmu.

Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu hindari yang dapat membuatmu jauh dari kesuksesanmu. Semoga Bermanfaat.

Ingin mendapatkan tips Bisnis dan Keuangan yang menarik lainnya? Kunjungi (http://laruno.com/).


-- Download 4 Hal yang harus dihindari untuk Sukses as PDF --



  • 0

Ojo Dumeh

Category : Uncategorized

UNTUK PARA WANITA dan PARA ISTRI…… Jangan memperlakukan orang lain semena-mena. Hemat bukan berarti jadi pelit. :'(:'(:'(

Sebagai istri saya tentu ingin disayang suami.
Belajar masak, rajin bersih-bersih rumah, berlaku lembut penuh cinta kepada suami, dan berusaha hemat dalam penggunaan uang belanja biar disebut istri cerdas & yang tersayang.

Setiap kali belanja kemanapun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin. Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu. Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar & geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.

Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”
Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.
Saya: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000/pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.
Pedagang: “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.
Saya: “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.
Pedagang: “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”
Saya: (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”

Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,

Saya: “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
Suami: “Oohh..berapa kamu bayar ?”
Saya: “50 ribu.”
Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget
Saya: “Iya dong… hebat kan aku nawarnya ?
Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.
Suami: “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000 !” Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
Saya: “Tapi…kenapa..?”
Suami: Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”

Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
Saya: “Pak……tunggu pak…”
Pedagang: “Eh, neng kenapa ?”
Saya: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000,  bener kok uangnya,” si bapak keheranan.
Saya: “udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
Pedagang: Tiba-tiba menangis dan berkata, “Ya Allah neng…makasih banyak neng…ini jawaban do’a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat. Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng…suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,”  dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil).

Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya. Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.

Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena.
Semoga tidak terjadi pada anda…..:):):)


-- Download Ojo Dumeh as PDF --



  • 0

Pendidikan yang Menghukum

Category : Uncategorized

Renungan buat temen guru dan para ortu .PENDIDIKAN YANG MENGHUKUM DI INDONESIA
Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal, dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya, tulisan itu buruk. Logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.

“Maaf, Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia,” jawab saya.
Dia pun tersenyum.

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak
anaknya dididik di sini,” lanjutnya.

“Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!”, dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun6 untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa6 mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam.
Padahal, saat menempuh ujian program doktor di luar negeri, saya dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan para dosen penguji memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun, suasana ujian dibuat sangat bersahabat.

Seorang penguji bertanya, sedangkan penguji yang lainnya tidak ikut menekan. Melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan
kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***
Etikanya, seorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. Tapi yang sering terjadi di tanah air justru penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya.

Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukannya melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul.

Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga cenderung menguji dengan cara menekan. Ada semacam unsur balas dendam dan6 kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Lantas saya berpikir, pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakter hasil didikan guru-gurunya sangat kuat: yaitu karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu, saya pun mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa bersalah karena telah memberinya penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya justru mengatakan bahwa “gurunya salah”. Kini, saya mampu melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan rasa takut?

Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: Rotan pemukul, dilempar kapur atau penghapus oleh guru, setrap, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata ancaman: Awas…; Kalau…; Nanti…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin  membuat kita lebih disiplin. Namun, juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat.

Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, kecerdasan manusia dapat tumbuh, tetapi sebaliknya juga dapat menurun.

Ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi, juga ada orang yang “tambah pintar” dan ada pula orang yang “tambah bodoh”.

Mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan.

Bantulah anak Indonesia untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi cap jelek…


-- Download Pendidikan yang Menghukum as PDF --



  • 0

Modul 1 Produksi Sinyal Wicara

Category : Uncategorized

Sinyal bicara atau speech digunakan oleh manusia untuk mengkomunikasikan suatu informasi kepada pendengar melalui perubahan tekanan udara yang dijalarkan dari mulut pembicara sampai ke telinga pendengar. Hal ini dilakukan oleh pembicara dengan cara mengubah informasi atau presepsi yang ada di otaknya, yang akan disampaikan ke pendengar, menjadi gerakan otot-otot produksi sinyal bicara berupa kontraksi dan relaksasi sehingga menghasilkan perubahan tekanan udara linguistik yang dapat diterima oleh sistem pendengaran lawan bicara untuk kemudian diubah kembali melalui serangkaian proses saraf menjadi presepsi tertentu dalam otak si pendengar.

Meskipun perubahan tekanan udara itu lebih banyak berasal dari mulut, namun bentuk rongga komponen lain seperti nostril (hidung), throat (tenggorokan) dan cheeks (pipi) juga mempengaruhi sinyal bicara yang dikeluarkan.

 

Anatomi dan Phisiologi Sistem Produksi Sinyal Bicara

Bentuk gelombang sinyal suara merupakan gelombang tekanan udara yang berasal dari pergerakan struktur anatomi yang membentuk sistem produksi sinyal bicara manusia. Proses terjadinya sinyal bicara yang keluar dari mulut manusia dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama manusia memikirkan suatu persepsi atau ide yang direpresentasikan secara abstrak didalam otak untuk disampaikan kepada orang lain. Selanjutnya pesan-pesan ini diterjemahkan menjadi sinyal-sinyal syaraf yang digunakan untuk mengontrol mekanisme otot produksi sinyal bicara manusia, yaitu pergerakan lidah, bibir, pita suara, untuk melakukan sederetan  gerakan yang apabila disertai dengan eksitasi udara dari paru-paru akan menghasilkan sinyal bicara yang berisi informasi dengan suatu frekuensi tertentu.

Referensi : [pdf]


-- Download Modul 1 Produksi Sinyal Wicara as PDF --



  • 0

CONSIDERATIONS FOR 2016

Category : Uncategorized

1. ON EARNING:
Never depend on single income. Make investment to
create a second chance.
_________________________________
2. ON SPENDING:
If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need.
________________________________
3. ON SAVINGS:
Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.
________________________________
4. ON TAKING RISK:
Never test the depth of a river with both feet.
________________________________
5. ON INVESTMENT:
Do not put all eggs in one basket.
________________________________
6. ON EXPECTATIONS:
Honesty is a very expensive gift. Do not expect it from cheap people.
________________________________
7. PAST, PRESENT & FUTURE:
Past is a waste paper, present is a newspaper, and future is a question paper. Come out of your past, control the present, and secure the future.
________________________________
8. THREE CHOICES:
When bad things happen in your life, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you or you can let it strengthen you.
_______________________________
9. OUR EYES:
Our eyes are in the front because it is more important to look ahead than to look backwards.
_______________________________
10. USE PENCIL OR PEN?
We use pencil when we were young, but now we use pen. Do you know why? Because mistakes in childhood can easily be erased, unlike now.

Wish You a Victorious 2016.


-- Download CONSIDERATIONS FOR 2016 as PDF --



  • 0

Arti Sebuah Nama

Category : Uncategorized

Apa arti nama Suyatno dan beberapa keterangan tentang makna serta maksud nama Suyatno. Mungkin anda mengenal nama seseorang atau ingin memberikan nama Suyatno pada calon bayi anda nantinya.

Pastinya, anda ingin mengetahui apa arti Suyatno tersebut. Nama ini berasal dari negara atau bahasa Jawa, lebih sering dipakai untuk memberi nama anak (bayi) Laki-Laki. Nama Suyatno terdiri dari susunan 7 huruf, dengan nama awalan huruf S.

Nama Suyatno

Huruf Awal : S
Jumlah : 7 huruf
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Asal Nama : Jawa
Arti Nama : waspada

Untuk membuat rangkaian nama Suyatno agar lebih mempunyai arti yang bagus, anda bisa mencoba kombinasi nama bayi dari berbagai bahasa lain.


-- Download Arti Sebuah Nama as PDF --



Recent Comments

    Archives