Modul 1 Produksi Sinyal Wicara

  • 0

Modul 1 Produksi Sinyal Wicara

Category : Uncategorized

Sinyal bicara atau speech digunakan oleh manusia untuk mengkomunikasikan suatu informasi kepada pendengar melalui perubahan tekanan udara yang dijalarkan dari mulut pembicara sampai ke telinga pendengar. Hal ini dilakukan oleh pembicara dengan cara mengubah informasi atau presepsi yang ada di otaknya, yang akan disampaikan ke pendengar, menjadi gerakan otot-otot produksi sinyal bicara berupa kontraksi dan relaksasi sehingga menghasilkan perubahan tekanan udara linguistik yang dapat diterima oleh sistem pendengaran lawan bicara untuk kemudian diubah kembali melalui serangkaian proses saraf menjadi presepsi tertentu dalam otak si pendengar.

Meskipun perubahan tekanan udara itu lebih banyak berasal dari mulut, namun bentuk rongga komponen lain seperti nostril (hidung), throat (tenggorokan) dan cheeks (pipi) juga mempengaruhi sinyal bicara yang dikeluarkan.

 

Anatomi dan Phisiologi Sistem Produksi Sinyal Bicara

Bentuk gelombang sinyal suara merupakan gelombang tekanan udara yang berasal dari pergerakan struktur anatomi yang membentuk sistem produksi sinyal bicara manusia. Proses terjadinya sinyal bicara yang keluar dari mulut manusia dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama manusia memikirkan suatu persepsi atau ide yang direpresentasikan secara abstrak didalam otak untuk disampaikan kepada orang lain. Selanjutnya pesan-pesan ini diterjemahkan menjadi sinyal-sinyal syaraf yang digunakan untuk mengontrol mekanisme otot produksi sinyal bicara manusia, yaitu pergerakan lidah, bibir, pita suara, untuk melakukan sederetan  gerakan yang apabila disertai dengan eksitasi udara dari paru-paru akan menghasilkan sinyal bicara yang berisi informasi dengan suatu frekuensi tertentu.

Referensi : [pdf]

Facebook Comments

-- Download Modul 1 Produksi Sinyal Wicara as PDF --



Leave a Reply