Category Archives: Story

  • 0

Kala Senja di stasiun Kereta

Category : Story

Pada suatu hari,  kala senja di stasiun kereta, aku melangkahkan kaki menuju peron barat stasiun Duri, menunggu kereta Bogor yang tak lama lagi masuk keberangkatan dari stasiun Angke.

Kala senja di stasiun kereta

Saat itu waktu menjelang maghrib, ketika kereta datang. Seperti biasa aku harus berebut dengan penumpang lain untuk mendapatkan tempat duduk. Setelah berjibaku dengan penumpang yang lain, akhirnya dapat juga tempat duduk, lega rasanya, karena perjalanan kereta yang sebenarnya tidak terlalu jauh tapi waktunya cukup lama yaitu satu setengah jam, cukup untuk membuat capek badan sepulang kerja dari kantor.

Terdapat trik tersendiri agar bisa dapat duduk, salah satunya adalah mengingat-ingat dimana tepatnya pintu kereta saat kereta berhenti disitulah kita berdiri dengan begitu akan paling dulu naik kereta.  Namun trik ini sudah banyak yang mengetahui dan melakukannya, maka trik yang berikutnya adalah menunggu kereta belakangnya, yang otomatis membuat membuat waktu menunggu di stasiun menjadi lebih lama.

Modus yang biasa dilakukan adalah pura-pura terpejam atau tertidur agar tidak digusur. Sayangkan, baru duduk satu stasiun sudah denger pak-pak ada ibu hamil pak? Dalam hati, ya elah ngga tahu apa aku juga bapak-bapak hamil???

Kala Senja di stasiun Kereta

Kala Senja di stasiun Kereta

Tak lama setelah itu, di kala senja di stasiun kereta, kereta listrik yang biasa disebut commuterline-pun berjalan, dengan mata yang sengaja dipejamkan entah pura-pura ataupun tertidur beneran. Dan selanjutnya mungkin sudah berada dialam mimpi, untuknya aku termasuk orang yang mudah tidur saking capeknya.

Kala senja di stasiun kereta, saat sedang menunggu di stasiun kereta, aku lihat bapak-bapak baru baya yang sedang duduk sendiri, dengan membawa botol minuman. Sesekali aku lihat bapak-bapak itu minum dari botol yang dibawanya. Tak lama kemudian, beliau membuka bungkusan lusuh dari kertas yang kena minyak goreng, rupanya bapak itu membawa makanan gorengan, dan memakannya. Sepotong dia makan, selanjutnya ada hal yang aneh. Sepotong kemudian diarahkan tangannya ke sebelahnya seolah menyuapkan potongan gorengan itu ke orang disebelahnya, padahal saat itu aku lihat ngga ada siapa-siapa. Sesaat kemudian bapak itu terlihat menyeka airmatanya. Rupanya bapak itu menangis, aku semakin penasaran. Untuk mengobati rasa penasaranku, akupun mendekati bapak itu.

Semakin mendekat semakin terlihat jelas wajah bapak itu, dalam hati, timbul rasa haru dan simpati, namun ada yang membuat aku terkejut bukan kepalang. Begitu dekat dan nampak jelas wajah bapak itu, ternyata wajahnya mirip sekali dengan aku. Setelah berbasa-basi, berbicara tentang kesediahan bapak itu dan kenapa bersedih, untuk menghilangkan kesedihan bapak itu aku mencoba memberikan pelukan padanya, sambil berkata sabar pak, sabar. Karena jujur saja aku juga terbawa kesedihan saat itu. Untuk menutupi kesedihanku aku pijamkan mataku sambil memeluk bapak itu agar tidak terlihat kalau mataku mulai berkaca-kaca. Dan ketika aku buka kembali mataku, tidak ada lagi bapak itu, yang ada aku hanya memeluk tas hitam berisi laptop yang biasa aku bawa kerja. Sejurus kemudian kesadaranku mulai pulih aku liat sekelilingku banyak yang berdiri, ah rupanya aku ketiduran di kereta, dan ketika saya bangun dari tempat duduk, duduklah seorang ibu menggantikanku, sambil berkata, bapak tadi mimpi apa kok, mengigau sabar pak, sabar, aduh malunya aku, ngga papa bu, akhirnya aku bergeser ke arah pintu keluar. Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah stasiun berikutnya adalah stasiun Cilebut, yang berarti aku terlewat sudah, karena seharusnya aku turun stasiun Bojong gede, gara-gara tertidur di commuterline.

 


-- Download Kala Senja di stasiun Kereta as PDF --



  • 0

Rencana Tuhan pasti Indah(2)

Category : Story

Manusia hanya makhluk yang lemah. Begitu lemahnya, hingga tidak kuasa untuk menjaga diri sendiri apalagi menjaga orang lain. Banyak peristiwa dari suatu kejadian yang bisa kita ambil pelajaran dan hikmahnya.
Rencana Tuhan begitu indah, saking indahnya hingga betul-betul diluar kuasa manusia. Hari itu adalah jumat, saya bersiap untuk berangkat ke kantor, tapi ke bengkel dulu ambil motor, yang sehari sebelumnya saya service dan mengharuskan motor ditinggal di bengkel. Saya berharap bisa langsung diambil, ternyata perlu dicek dan dites dulu untuk memastikan mesin tidak lagi bocor. Saya yang saat itu dalam keadaan kurang sehat dan menunggu hingga hampir jam 9. Sedang saat itu hari jumat, entah kemana saya memutuskan untuk balik ke rumah, tapi mampir dulu ke klinik untuk periksa dokter. Begitu ambil nomor antrian, saya telpon istri kalo saya ada di klinik dan istri bilang mau menjemput anak ke 2 ke sekolah dengan kendaraan umum, entah kenapa saya pulang dulu mengantar motor yang saya bawa, dituker dengan motor yang biasa saya gunakan, sehingga istri bisa menjemput anak menggunakan motor. Saya kembali ke klinik, dan akhirnya giliran saya diperiksa. Disaat dokter menukiskan resep ada panggilan telpon masuk dari no istri saya, tapi yang bicara bapak2 yang mengabarkan istri saya kecelakaan, astaghfirullah, innalillahi..akhirnya sy langsung menyusul istri saya ke tkp. Dalam diam saya merenung kok bisa, kalo misalnya saya jadi bawa ke kantor, apa musibah itu jadi menimpa istri saya? Atau musibah itu menimpa saya? Belakangan istri saya ngomong, biasanya setiap bawa motor selalu membaca doa dan baca ayat kursi. Nah pada saat kejadian itu kebetulan dia lupa. Sehingga kalaupun saya jadi ke kantor, Tuhan pasti sudah merencanakannya dengan Indah.


-- Download Rencana Tuhan pasti Indah(2) as PDF --



  • 0

Istriku Sayang…

Category : Story

Kisah ini menceritakan sepasang suami isteri yang memiliki enam orang anak.Suatu hari, suaminya melihat sang isteri sedang menangis sambil memasak makanan. Melihat hal itu, suami bertanya,
“Wahai Isteriku, apa yang terjadi denganmu ? Apa yang membuatmu menangis ?”

“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya.

“Aku mengurus enam anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”

Sang suami bertanya.

“Apa yang harus aku lakukan ?”

“Tolong carikan aku asisten perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya. ”

“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai isterinya dengan penuh kasih sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan.

Kau adalah seorang isteri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi keenam anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang asisten untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu. ” Ujar suaminya.

Sang suami kemudian berkata lagi, “Isteriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”

Sang Suami membelai Isterinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,

“Coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah puteri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya.

Ada 10 WASIAT Beliau kepada Puterinya :

1. Wahai Fatimah !

Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2. Wahai Fatimah !

Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3. Wahai Fatimah !

Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Wahai Fatimah !

Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Wahai Fatimah !

Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap isteri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Wahai Fatimah !

Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelekan.

Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah.

Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya.

Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga.

Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Wahai Fatimah !

Disaat seorang isteri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan.

Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8. Wahai Fatimah !

Disaat seorang isteri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Wahai Fatimah !

Disaat seorang isteri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Wahai Fatimah !

Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga.

Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.

Isterinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.

Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap isteri yang mendambakan kesalehan.

Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketika ia rela dan ikhlas menjalani Fitrahnya.

Smg kita dapat menjalankan amanah mulia ini…

 


-- Download Istriku Sayang... as PDF --




Fatal error: Call to undefined function weblizar_navigation() in /home/sloki/user/k8474287/sites/suyatno.dosen.akademitelkom.ac.id/www/wp-content/themes/enigma-parallax/category.php on line 23